MEDAN  || 🌏PratamaNews.com🇮🇩 || Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia (LRPPN BI) menandai perjalanan satu dekade pengabdiannya dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika. Sejak berdiri pada 2015, LRPPN BI terus konsisten hadir menyelamatkan generasi bangsa.

 

Puncak peringatan satu dekade tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Layanan Rehabilitasi Narkoba LRPPN Bhayangkara Indonesia, H. Dika Novandry, S.H., di Medan, Sabtu (17/10/2026).

 

H. Dika menegaskan, perjalanan selama 10 tahun bukanlah hal yang mudah. Berbagai tantangan, keterbatasan, hingga dinamika lapangan telah dilalui berkat soliditas para pembina, pengurus, relawan, serta mitra strategis yang memiliki kepedulian yang sama terhadap masa depan bangsa.

 

“Perjalanan 10 tahun ini bukan jalan yang mudah dilalui. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pembina dan seluruh pengurus LRPPN Bhayangkara Indonesia, baik yang masih bersama kami sampai hari ini maupun yang sudah tidak lagi berada di lembaga ini. Jasa dan pengabdian kalian sangat berarti bagi perjalanan LRPPN BI,” ungkap H. Dika Novandry.

 

Menurutnya, keberhasilan LRPPN BI hingga mampu bertahan dan berkembang selama satu dekade tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak yang memiliki visi yang sama, yakni memulihkan korban dan mencegah meluasnya penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat.

 

Dari Penyuluhan Sekolah ke Panti Rehabilitasi

 

Perjalanan LRPPN BI dimulai pada tahun 2015 dengan langkah sederhana namun berdampak besar, yakni mengedepankan edukasi dan penyuluhan bahaya narkoba dari sekolah ke sekolah hingga ke tengah masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini tentang bahaya laten narkotika.

 

Memasuki tahun 2016, LRPPN BI naik kelas. Tidak hanya pencegahan, lembaga ini mengembangkan layanan dengan membangun rumah atau panti rehabilitasi melalui sinergi dan kolaborasi bersama *Kementerian Sosial RI, Badan Narkotika Nasional (BNN RI), Kepolisian RI (Polri),* serta berbagai mitra strategis lainnya.

 

Pengembangan layanan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperluas jangkauan pelayanan, tidak hanya pada aspek pencegahan, tetapi juga pemulihan fisik, mental, dan sosial bagi individu yang terjerat penyalahgunaan narkotika.

 

Kini Hadir di Jawa Timur, Banyuwangi dan Surabaya

 

Saat ini, LRPPN BI terus memperluas sayapnya. Tidak hanya berpusat di Sumatera Utara, LRPPN BI juga telah memiliki cabang di Provinsi Jawa Timur, khususnya di Banyuwangi dan Surabaya.

 

Kehadiran cabang tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan rehabilitasi yang humanis dan terjangkau, serta menjangkau masyarakat yang membutuhkan pendampingan dan pemulihan secara intensif.

 

H. Dika menekankan, rehabilitasi bukan sekadar memulihkan kondisi fisik dan mental semata, melainkan juga membantu individu membangun kembali kepercayaan diri, memperbaiki hubungan sosial dengan keluarga, dan menata masa depan yang lebih baik.

 

“Melalui semangat Menjangkau, Merangkul, dan Memulihkan, LRPPN Bhayangkara Indonesia berkomitmen untuk terus hadir memberikan harapan dan kesempatan kedua bagi mereka yang ingin pulih serta kembali menjalani kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.

 

Melalui perjalanan satu dekade ini, LRPPN BI berharap dukungan dari pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga, masyarakat, dan seluruh mitra dapat terus diperkuat agar upaya pencegahan serta rehabilitasi narkoba semakin luas jangkauannya.

 

Sepuluh tahun perjalanan LRPPN BI menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama, kepedulian, dan kolaborasi bersama untuk menyelamatkan generasi bangsa.

 

*Reporter: Tim Pratama News Medan*