BANYUWANGI || 🌏Pratama News.com🇮🇩 || – Dinas Pengairan wilayah Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, mengambil langkah tegas untuk menjaga kelestarian saluran irigasi. Petugas memasang papan imbauan di sepanjang aliran irigasi sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan serta tidak mendirikan bangunan di sepanjang sempadan saluran air.
Pemasangan papan imbauan bertuliskan “DILARANG !!! MENDIRIKAN BANGUNAN DAN MEMBUANG SAMPAH DI SEPANJANG SUNGAI/SALURAN” tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian saluran irigasi yang memiliki peran vital dalam mendukung kebutuhan pengairan, khususnya bagi sektor pertanian di wilayah Bangorejo.
Melalui imbauan tersebut, masyarakat diminta untuk tidak menjadikan saluran irigasi sebagai tempat pembuangan sampah. Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air, menyebabkan penyumbatan, banjir lokal, serta berpotensi mengganggu fungsi utama saluran irigasi untuk mengairi sawah petani.
Selain menjaga kebersihan, masyarakat juga diimbau agar tidak mendirikan bangunan di sepanjang sempadan saluran irigasi tanpa izin atau melanggar ketentuan yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran aliran air serta memudahkan petugas melakukan pemeliharaan, normalisasi, dan perbaikan saluran apabila diperlukan sewaktu-waktu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas tampak bekerja sama memasang tiang papan dengan pengecoran fondasi agar papan kokoh dan tahan lama. Upaya ini menjadi salah satu langkah edukatif untuk menumbuhkan kepedulian bersama terhadap fasilitas pengairan.
Namun, keberhasilan menjaga saluran irigasi tidak hanya bergantung pada petugas, melainkan juga membutuhkan dukungan dan kesadaran seluruh lapisan masyarakat.
Pihak Dinas Pengairan menegaskan, menjaga irigasi adalah tanggung jawab bersama. Dengan tidak membuang sampah ke saluran air dan tidak mendirikan bangunan liar di sempadan, kelestarian saluran air dapat terus terjaga demi kepentingan masyarakat dan pertanian di Banyuwangi.
*Pewarta: Guritno Biro Bangorejo*
*Foto: Dok. Dinas Pengairan Bangorejo*








