BANYUWANGI || 🌏PratamaNews.com🇮🇩 || Gelombang aksi unjuk rasa besar-besaran akan kembali mengepung Banyuwangi. Organisasi Gerakan Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu (GAPIBER) secara resmi melayangkan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa kepada Kapolresta Banyuwangi Cq. Kasat Intelkam Polresta Banyuwangi.
Surat dengan Nomor 001/GAPIBER/X/2026 tersebut ditandatangani hari ini dan diterima redaksi.
Dalam surat tersebut, GAPIBER yang beranggotakan berbagai sopir lintas Jawa – Bali menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa selama 3 hari berturut-turut.
– Hari / Tanggal: Rabu, Kamis, Jum’at, 14, 15, 16 Oktober 2026
– Waktu: Jam 08:00 WIB Sampai dengan selesai
– Titik Kumpul:
1. Dari sisi selatan di depan RTH Kedayunan Utara Pom Bensin.
2. Dari sisi utara di barat Lampu Merah Sukowidi di Posko SKBDI dan Pos Pantau PSTI.
1. Kantor Pemkab Banyuwangi
2. Kantor DPRD Banyuwangi
3. Kantor ASDP Ketapang
4. Kantor Pelindo Tanjung Wangi
Ketua GAPIBER dalam suratnya mengingatkan dasar hukum aksi mereka sesuai *UUD 1945, UU No.9 Tahun 1998 pasal 10 tentang penyampaian pendapat di muka umum, dan UU No.9 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan pelayanan pengamanan perkara pendapat di muka umum.
Aksi ini bukan tanpa alasan. Ada 10 tuntutan yang mereka layangkan, yang intinya meminta kejelasan terkait statement yang menyebutkan kemacetan di Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk karena blokade sopir.
1. Meminta kepada YTH Bapak Direktur Utama ASDP Persero (Heru Wibowo) untuk melakukan klarifikasi terkait statement yang menyebutkan bahwa kemacetan karena oknum sopir blokade pelabuhan ASDP 6 jam.
2. Meminta kepastian bahwa tidak ada lagi kemacetan di Pelabuhan ASDP Ketapang – Gilimanuk kecuali faktor alam dan hari besar.
3. Meminta hasil kesepakatan yang dibuat di provinsi bersama FORKOM GSJT dapat dilakukan serta betul-betul dilaksanakan dan dijaga.
4. Memohon percepatan pembangunan dermaga di Pelabuhan ASDP Ketapang ASDP Gilimanuk untuk dipercepat.
5. Memohon segera dilakukan pembangunan jalur penghubung dari kantong parkir Pelabuhan ASDP Bulusan ke dermaga LCM.
6. Memohon kepada pihak pelayaran GAPASDAP dan INFA lebih profesional tidak ada tebang pilih muatan dan tidak mendahulukan atau mengutamakan kendaraan kawalan kecuali tamu VVIP.
7. Memohon terkait keselamatan dan kelayakan kapal di Pelabuhan ASDP Ketapang Gilimanuk dapat diperhatikan.
8. Memohon pengaturan sistem jadwal bongkar muat kapal ALP Pelabuhan Tanjung Wangi untuk lebih profesional dan disiplin.
9. Memohon kepada BM Pelindo terkait kebersihan dan lampu penerangan di dalam pelabuhan Tanjung Wangi lebih diperhatikan.
10. Memohon jalur menuju RTK-BUMDES kondisi rusak, bergelombang serta berdebu, dan fasilitas istirahat sopir dan kamar mandi rusak dan kotor segera diperbaiki.
Hingga berita ini diturunkan, Kasat Intelkam Polresta Banyuwangi belum memberikan keterangan resmi terkait pengamanan aksi 3 hari tersebut. Namun dipastikan ribuan sopir Jawa-Bali akan turun dan berpotensi melumpuhkan akses menuju Pelabuhan Ketapang jika tuntutan tidak direspon.
[Reporter: Tim Investigasi http://PRATAMAnews.com ]








