Pratamanews.com – BANYUASIN — Petani di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, tetap mampu memperoleh hasil panen padi yang tinggi meski memasuki musim kemarau. Sejumlah varietas yang ditanam di kawasan tersebut menghasilkan sekitar 9 hingga 10 ton per hektare, dilaksanakan di desa sungai dua kecamatan rambutan kabupaten banyuasin.
“Capaian itu terlihat dari hasil beberapa varietas padi yang saat ini dikembangkan petani. Perbedaan hasil antarlahan relatif tipis, dengan produktivitas berada di kisaran 9–10 ton per hektare,kamis (01/10/2026).
“yang diwawancarai oleh awak media Kepala Desa Sungai Dua, Hartomi, mengatakan hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan budidaya padi tetap berjalan baik pada musim kemarau.
“Di musim kemarau kita masih bisa produksi. Bahkan hasilnya masih bagus. Ini tentu menjadi keberhasilan bagi petani,” ujar Hartomi.
“Menurut Hartomi, penggunaan varietas unggul menjadi salah satu faktor yang mendukung capaian tersebut. Sejumlah petani di lokasi juga telah menggunakan varietas unggul yang dikembangkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan mampu menghasilkan lebih dari 10 ton per hektare pada kondisi tertentu.
“Ia mengatakan ke depan petani juga akan mendapatkan dukungan melalui program pertanian modern yang dicanangkan pemerintah. Program tersebut mencakup bantuan benih dan pupuk bersubsidi untuk membantu petani dalam memenuhi kebutuhan sarana produksi.
“Dalam program tersebut, bantuan benih disebut mencapai sekitar 70 kilogram per hektare. Sementara itu, pupuk bersubsidi juga mendapat penambahan alokasi, termasuk pupuk NPK. Petani juga diarahkan menggunakan dolomit dan pupuk organik sesuai kebutuhan lahan.
“Hartomi berharap dukungan sarana produksi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani sehingga kegiatan budidaya padi semakin efisien dan hasil panen tetap terjaga.
“Yang terpenting bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh petani. Dengan benih unggul dan pemupukan yang tepat, hasil panen bisa lebih optimal,” katanya.
(red)








