Pratamanews.com – SIDOARJO -Daulat Dokter Andre, Koalisi Besar Perjuangan Pemuda Sidoarjo (KOBAR) Berisi Banyak Ormas Mendaulat Dokter Andre Jadi Pemimpin Besar Merebut Masa Depan Sidoarjo, Hentakan Sejarah Baru Keluarkan Manifesto Bernama “Manifesto 7 Oktober!”

 

Koalisi Besar Perjuangan Pemuda Sidoarjo (KOBAR) Mendaulat Dokter Andre Yulius sebagai Pemimpin Besar Merebut Masa Depan Sidoarjo

 

“KOBAR mengeluarkan sejumlah Manifesto Bernama “Manifesto 7 Oktober” yang berisi sebagai berikut”ujar Abdullah Amas, salah satu Presidium KOBAR membaca tuntutan

 

Pertama, mengikuti arahan baik Dokter Andre Yulius di Pilkada maupun Pileg Mendatang

 

Kedua, Ikut membersamai perjuangan hari-hari Dokter Andre menolong UMKM, Kesehatan Rakyat dan lain -lain

 

“Ketiga, Bersama Dokter Andre siap setiap saat menggelorakan semangat siap merebut estafet kepemimpinan di eksekutif maupun legislatif dengan memilih figur Dokter Andre atau juga senafas dengan Dokter Andre”tegas Amas

 

Sejunlah komunitas yang turut bergabung diantaranya DPD Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Kab. SIDOARJO , BIMA (Barisan Insan Muda) DPD Sidoarjo, Gerakan Perjuangan Pekerja Kependidikan (GPPK) DPD Kabupaten Sidoarjo, DPD Amanat Kejujuran Untuk Rakyat Indonesia (AKURAT) Indonesia DPD Kabupaten Sidoarjo, DPD Jejaring Jurnalis – Partai Syarikat Islam Indonesia (JJ-PSII) Kabupaten Sidoarjo, DPD Aliansi Pemuda Nasional (APN) Kabupaten Sidoarjo dan Federasi Mahasiswa Muslimin Indonesia (FEMMI) Cabang Kabupaten Sidoarjo

 

Dari warung kopi hingga ruang-ruang diskusi bawah tanah, angin perubahan bertiup kencang dari Sidoarjo. Di bawah payung Koalisi Besar Perjuangan Pemuda Sidoarjo, fajar baru politik lokal mulai disingkap—dengan seorang dokter di garis depan.

 

Ya, Udara Kabupaten Sidoarjo malam itu terasa berbeda. Di antara deru kendaraan yang melintas di kawasan Delta, sebuah deklarasi lahir dengan resonansi yang tajam. Bukan sekadar perkumpulan biasa, ia bernama Koalisi Besar Perjuangan Pemuda Sidoarjo (KOBAR)—sebuah aliansi lintas warna, organisasi, dan gagasan yang sepakat menolak diam.

 

Di hadapan para kader dan perwakilan pemuda, deklarasi itu dibacakan dengan suara bergetar penuh keyakinan oleh salah satu Presidium KOBAR, Abdullah Amas. Sembari memegang lembaran naskah yang kelak dicatat sejarah sebagai Manifesto 7 Oktober, Amas menegaskan arah komitmen politik kaum muda Sidoarjo.

 

“KOBAR mengeluarkan sejumlah Manifesto bernama ‘Manifesto 7 Oktober’!” seru Amas di hadapan para hadirin, disambut sorai gemuruh yang memecah malam.

 

Bukan KOBAR namanya jika bergerak tanpa panduan strategis. Manifesto yang dibacakan malam itu merangkum tekad bulat kaum muda Sidoarjo untuk tidak lagi menjadi penonton dalam panggung sejarah daerahnya sendiri. Tiga poin utama ditegaskan sebagai harga mati:

 

Komando Moral dan Politik: Mengikuti arahan baik Dokter Andre Yulius, baik dalam kontestasi Pilkada maupun Pileg mendatang.

 

Karya Nyata di Lapangan: Ikut membersamai perjuangan hari-hari Dokter Andre dalam menolong UMKM, membenahi kesehatan rakyat, dan berbagai aksi sosial kerakyatan lainnya.

 

Estafet Kekuasaan: Bersama Dokter Andre, siap setiap saat menggelorakan semangat merebut estafet kepemimpinan di ranah eksekutif maupun legislatif Sidoarjl—baik dengan memilih langsung figur Dokter Andre maupun figur-figur yang senafas dengan garis perjuangannya.

 

“Tegas!” ujar Amas di ujung pembacaan manifesto, menggarisbawahi bahwa gerakan ini bukan transaksi sesaat, melainkan ikatan ideologis jangka panjang.

 

Kekuatan KOBAR tidak lahir dari ruang hampa. Ia adalah akumulasi dari gelora kolektif yang termanifestasi dalam bergabungnya berbagai simpul strategis kepemudaan dan kemasyarakatan di Sidoarjo.

Tercatat sejumlah elemen penting yang melebur dalam barisan ini:

DPD Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Kab. Sidoarjo

BIMA (Barisan Insan Muda) DPD Sidoarjo

Gerakan Perjuangan Pekerja Kependidikan (GPPK) DPD Kabupaten Sidoarjo

DPD Amanat Kejujuran Untuk Rakyat Indonesia (AKURAT) Kabupaten Sidoarjo

DPD Jejaring Jurnalis – Partai Syarikat Islam Indonesia (JJ-PSII) Kabupaten Sidoarjo

DPD Aliansi Pemuda Nasional (APN) Kabupaten Sidoarjo

Federasi Mahasiswa Muslimin Indonesia (FEMMI) Cabang Kabupaten Sidoarjo

Keterlibatan faksi-faksi dari dunia pendidikan, jurnalis, mahasiswa, hingga pekerja membuktikan bahwa figur Dokter Andre Yulius berhasil merajut benang merah lintas sektoral. Di mata KOBAR, Dokter Andre bukan sekadar figur medis yang kerap turun tangan menyelesaikan persoalan kesehatan rakyat dan mendampingi UMKM, melainkan simbol kepemimpinan alternatif: solutif, membumi, dan berani menatap masa depan Sidoarjo secara otonom.

 

Kini, api telah dinyalakan. Dari Sidoarjo, KOBAR dan Dokter Andre mengirimkan sinyal kuat ke penjuru Jawa Timur: bahwa masa depan Delta bukan untuk ditunggu, melainkan direbut.

 

(Redho Fitriyadi)