Pratamanews.com – Bromo, Sidoarjo – Udara dingin menusuk tulang, kabut tipis mulai turun, dan cahaya bintang menghiasi langit malam. Tepat pukul 22.00 WIB, rombongan PAC Pemuda Pancasila Buduran Sidoarjo meninggalkan kota, membawa semangat yang membara. Tujuan mereka jelas: mengibarkan Bendera Merah Putih dan Bendera Pemuda Pancasila di Seruni Point, salah satu titik tertinggi Gunung Bromo.

Dipimpin Herman Susilo, perjalanan malam itu diikuti oleh Wakil Sekretaris PAC Buduran, Yuardi, bersama anggota lainnya: Heri, Try, Agus Tote, Viko, Gozali, Taufan, Toyib, dan sejumlah kader yang lain. Di tengah perjalanan, tawa dan canda menghangatkan suasana, seakan dingin pegunungan tak mampu mengusik semangat mereka.

Setibanya di kawasan Bromo, fajar mulai menyapa. Dari ketinggian Seruni Point, hamparan awan putih membentang seperti samudera. Di sanalah bendera dikibarkan—Merah Putih berkibar gagah, diiringi Bendera Pemuda Pancasila yang tegak berdampingan. Momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi lambang loyalitas, kekompakan, dan persaudaraan yang kuat.

Wakil Sekretaris PAC Buduran, Yuardi, menyampaikan pesan mendalam. “Inilah yang dinamakan kebersamaan, bukan kepentingan semata. Kebersamaan melambangkan kekeluargaan, saling menguatkan, dan menjaga satu sama lain. Saat kita mendaki dan berdiri di puncak bersama, kita belajar bahwa kesuksesan tidak pernah diraih sendirian. Semua berawal dari kekompakan, saling dukung, dan setia pada tujuan bersama,” ujarnya dengan mata berbinar.

Usai pengibaran, rombongan menyempatkan diri singgah di Kedai Kopi Gunung Bromo milik Bapak Uky. Suasana hangat secangkir kopi berpadu dengan cerita perjalanan, menjadi penutup sempurna dari misi yang penuh makna.

Bagi PAC Buduran, perjalanan ini bukan akhir, melainkan awal dari ikatan yang lebih kuat di antara kader. Di puncak Bromo, mereka membuktikan bahwa setinggi apa pun tantangan, kebersamaan akan selalu menjadi kunci untuk meraihnya.

[4R]