Pratamanews.com – Jombang — Seorang jamaah ziarah asal Gresik ditemukan meninggal dunia secara mendadak di dalam sebuah bus pariwisata yang terparkir di kawasan Makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Korban diketahui bernama Suwanto (61), warga Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Polisi menduga korban meninggal akibat serangan jantung.
Peristiwa tersebut terjadi saat rombongan jamaah yang menggunakan Bus Nila Trans dengan nomor polisi W 7570 UO baru saja tiba di area parkir makam. Rombongan sebelumnya melaksanakan rangkaian ziarah di Betek, Mojoagung, sebelum melanjutkan perjalanan ke kompleks makam Gus Dur yang menjadi tujuan utama.

Kapolsek Diwek, AKP Achmad Darul Hudha, menjelaskan bahwa ketika bus tiba sekitar pukul 12.00 WIB, seluruh jamaah turun untuk melakukan ziarah. Namun korban memilih tetap berada di dalam bus karena mengaku sedang kurang sehat. Ia ditemani sang istri, Yanik (60), yang memutuskan untuk tidak ikut turun demi mendampingi suaminya.
Beberapa menit kemudian, korban mengeluhkan rasa sesak di bagian dada. Keluhan itu membuat istrinya panik dan segera meminta pertolongan kepada rombongan lain di sekitar lokasi. Sejumlah jamaah berusaha memberikan bantuan dan menyiapkan upaya membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun kondisi korban dengan cepat memburuk hingga akhirnya dinyatakan tidak bernyawa sebelum mendapatkan pertolongan medis.
Mendapat laporan tersebut, petugas Unit Identifikasi Polres Jombang bersama dokter dari Rumah Sakit Hasyim Asy’ari Tebuireng tiba di lokasi untuk memeriksa kondisi korban. Hasil pemeriksaan memastikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun indikasi tindak kriminal.
“Korban diketahui memiliki riwayat penyakit sesak napas. Dugaan sementara korban meninggal akibat serangan jantung,” terang AKP Achmad Darul Hudha kepada wartawan.
Setelah pemeriksaan selesai, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans menuju fasilitas medis untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan rombongan ziarah dan pihak keluarga untuk penanganan lanjutan.
Peristiwa ini sempat mengundang perhatian para peziarah yang berada di area makam karena terjadi di tengah padatnya kunjungan ziarah pada akhir pekan. Meski demikian, situasi tetap kondusif setelah petugas melakukan pengamanan dan mengatur area sekitar bus.
Siti Zulaikah




