Pratamanews.com – Sidoarjo — Genangan air yang kembali muncul di perempatan lampu merah Desa Gebang, Kecamatan Sidoarjo, selama lebih dari satu minggu terakhir, menimbulkan banyak kecelakaan bagi pengguna jalan. Kondisi jalan yang berlubang dan tertutup air membuat para pengendara, terutama pengendara motor, kehilangan keseimbangan hingga terjatuh.
Genangan yang muncul sejak Rabu, 19 November 2025 itu kini memasuki hari ketujuh tanpa tanda-tanda surut. Warga menyebut, fenomena ini bukanlah hal baru. Setiap kali hujan turun, lokasi tersebut hampir dipastikan digenangi air. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, genangan bisa bertahan hingga berhari-hari, terlebih jika tidak ada upaya penyedotan atau perbaikan drainase dari pihak terkait.
Menurut warga sekitar, wilayah RW 1 Desa Gebang memang menjadi titik rawan banjir ketika musim hujan tiba. Kontur jalan yang menurun, minimnya saluran pembuangan air, serta kerusakan jalan yang kian parah membuat genangan semakin sulit teratasi.
Selama sepekan ini, sudah banyak pengendara yang terjatuh saat melintasi genangan air yang tingginya mencapai mata kaki orang dewasa. Beberapa titik lubang di tengah jalan tertutup air sehingga tidak terlihat oleh pengemudi.
Salah satu korban adalah Ibu Mawaddah, warga RT 32 RW 1 Desa Gebang. Ia terjatuh saat mengendarai sepeda motor menuju arah barat, tepatnya jalur menuju Desa Sekardangan. “Saya tidak tahu kalau ada lubang besar tertutup air. Motor saya langsung oleng dan saya jatuh,” ujarnya. Beruntung, ia hanya mengalami luka ringan, namun kondisi ini membuatnya takut untuk melintas di jalur tersebut.
Warga lainnya mengatakan, hampir setiap hari ada saja pengendara yang terpeleset, terutama saat pagi dan sore hari ketika arus lalu lintas cukup padat. Beberapa pengendara terpaksa mendorong motornya melewati genangan agar tidak terjatuh lagi.
Keluhan warga semakin menguat karena merasa tidak mendapatkan perhatian serius dari perangkat desa maupun dinas terkait. Menurut mereka, laporan demi laporan sudah disampaikan sejak beberapa tahun lalu, namun penanganannya dianggap lambat dan tidak pernah tuntas.

“Kami sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan drainase dan penambalan jalan. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Setiap musim hujan, pasti begini lagi,” ujar salah satu tokoh warga setempat.
Minimnya respons ini membuat warga berharap Pemerintah Desa Gebang dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo segera melakukan langkah darurat, seperti perbaikan saluran air, penutupan lubang jalan, hingga penataan ulang elevasi jalan. Selain itu, pemasangan rambu peringatan juga dinilai perlu agar pengendara lebih waspada saat melintas.
Di sisi lain, warga khawatir jika permasalahan ini terus dibiarkan, risiko kecelakaan akan semakin meningkat. Beberapa warga bahkan menyebutkan ada pengendara yang mengalami kerusakan motor cukup parah akibat terjatuh di area genangan.
Hingga berita ini disusun, genangan air di perempatan lampu merah Gebang masih tampak mengisi sebagian besar badan jalan. Pengguna jalan kini harus ekstra hati-hati, terutama pada malam hari ketika visibilitas rendah dan lubang jalan tak terlihat.
Warga berharap ada tindakan nyata dan cepat demi keselamatan para pengguna jalan. Mereka menegaskan, masalah ini telah berulang selama bertahun-tahun dan sudah saatnya mendapatkan perhatian khusus.
[jackphot]




