PratamaNews.com || Madura || Persebaya Surabaya kembali menunjukkan kelasnya di Liga 1 2024/2025 dengan kemenangan dramatis atas Madura United. Dua gol Mohammed Rashid membawa Green Force menang 2-1 dalam Derby Suramadu yang berlangsung di Stadion Bangkalan, Senin (2/12/2024).

Sejak awal pertandingan, Persebaya Surabaya berusaha mengambil kendali permainan dengan membangun serangan dari sisi sayap. Francisco Rivera menjadi motor serangan, namun umpan cutback-nya pada menit ke-3 gagal dimanfaatkan rekannya di kotak penalti.

Madura United tidak tinggal diam dan mencoba mencuri peluang melalui serangan balik cepat. Menit ke-13, Hanis Sagara melepaskan tembakan keras, namun kiper Andhika Ramadhani sigap mengamankan bola.

Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim saling jual beli serangan. Namun, hingga 15 menit pertama, skor tetap bertahan 0-0 meski tensi permainan cukup tinggi.

Pada menit ke-17, Toni Firmansyah mencoba peruntungan dengan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, sepakan keras gelandang muda Persebaya Surabaya itu masih bisa diamankan oleh kiper Madura United, Aditya Harlan.

Lini belakang Madura United tampil solid dengan beberapa kali memotong alur serangan Persebaya Surabaya. Meski begitu, tensi pertandingan semakin panas dengan dua kartu kuning diterima masing-masing tim di 30 menit pertama.

Persebaya Surabaya nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-32 lewat peluang emas Bruno Moreira. Sayangnya, tendangannya berhasil diblok oleh lini belakang Madura United yang tampil disiplin sepanjang babak pertama.

Madura United justru harus gigit jari jelang turun minum. Mohammed Rashid mencetak gol pembuka pada menit ke-44, memanfaatkan bola rebound di dalam kotak penalti yang tak mampu dihalau Aditya Harlan.

Gol Rashid menjadi pembeda di babak pertama yang berlangsung dengan tempo tinggi. Skor 1-0 untuk keunggulan Persebaya Surabaya menutup paruh pertama pertandingan.

Memasuki babak kedua, pelatih Paul Munster melakukan perubahan dengan memasukkan Gilson Costa menggantikan Toni Firmansyah. Pergantian ini membuat lini tengah Persebaya Surabaya semakin kokoh dalam mendikte jalannya permainan.

Madura United berusaha membalas dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun, peluang Francisco Rivera pada menit ke-49 yang nyaris menambah keunggulan Persebaya Surabaya hanya melebar tipis di sisi gawang.

Keunggulan satu gol membuat Persebaya Surabaya lebih berhati-hati dalam membangun serangan. Sementara itu, Madura United terus mencoba menekan dengan mengandalkan kecepatan Hanis Sagara dan Maxuel Da Silva.

Pada menit ke-67, Malik Risaldi masuk menggantikan Kasim Botan untuk memberikan energi segar di sektor sayap. Namun, hanya dua menit berselang, Madura United menyamakan kedudukan lewat Maxuel Da Silva yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Persebaya Surabaya.

Gol penyama tersebut membuat pertandingan semakin panas dan seru. Madura United yang berada di zona degradasi terlihat mati-matian mengejar kemenangan untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen.

Namun, Persebaya Surabaya kembali menunjukkan mental juara mereka. Mohammed Rashid mencetak gol keduanya pada menit ke-84, mengakhiri serangan cepat Persebaya Surabaya dengan tendangan keras yang mengoyak jala gawang Madura United.

Gol ini menjadi pukulan telak bagi tuan rumah yang sebelumnya tampak percaya diri setelah menyamakan skor. Persebaya Surabaya kembali unggul 2-1 dan langsung menutup ruang bagi Madura United untuk mengembangkan permainan.

Tambahan waktu enam menit yang diberikan wasit tak cukup bagi Madura United untuk membalas. Persebaya Surabaya pun keluar sebagai pemenang dalam derby panas ini dan mempertegas posisi mereka di puncak klasemen.

Kemenangan ini membuat Persebaya Surabaya mengoleksi 27 poin dari 12 laga, unggul jauh dari pesaing-pesaingnya. Sebaliknya, Madura United harus puas terpuruk di posisi ke-17 dengan hanya enam poin dari jumlah pertandingan yang sama.

Performa Mohammed Rashid menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini. Dua golnya tidak hanya mengamankan tiga poin untuk Persebaya Surabaya, tetapi juga memperlihatkan kepemimpinan dan kualitas Rashid di lini tengah.

Rashid kini semakin mencuri perhatian publik Surabaya dan mendapat julukan sebagai “mesin gol darurat” Persebaya Surabaya. Tidak hanya solid dalam bertahan, gelandang Palestina ini juga terbukti mampu menjadi pembeda di saat-saat penting.

Kemenangan atas Madura United juga menunjukkan kejeniusan Paul Munster dalam meracik strategi. Pergantian pemain yang tepat waktu dan keberanian bermain menyerang membuat Persebaya Surabaya sulit dibendung lawan-lawannya.

Dengan performa yang semakin matang, Persebaya Surabaya terlihat nyaman di jalur juara Liga 1 musim ini. Deretan pemain berkualitas seperti Mohammed Rashid, Bruno Moreira, dan Francisco Rivera membuat Green Force menjadi tim yang sulit dikalahkan.

Derby Suramadu kali ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mempertegas dominasi Persebaya Surabaya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan kini bisa berbangga memiliki tim sepak bola yang penuh semangat juang.

Kemenangan ini juga menjadi pesan tegas bagi pesaing-pesaing Persebaya Surabaya bahwa mereka harus bekerja ekstra keras jika ingin menyalip Green Force di puncak klasemen. Dengan performa gemilang Mohammed Rashid, Persebaya Surabaya seperti sedang “minus satu derajat” dari sempurna.

[Ecko]