BANYUWANGI || PratamaNews.com || Anggota Komisi IV DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur III, Sonny T. Danaparamita, melakukan kunjungan kerja ke gudang milik Perum Bulog di Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (05/03/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan ketersediaan stok beras menjelang Hari Raya Idul Fitri sekaligus memantau kondisi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahun 2026.
Dalam kunjungan itu, Sonny disambut oleh Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi, Dwiana, bersama Kepala Gudang KP Genteng, Agam. Selain berdiskusi mengenai kondisi stok dan distribusi pangan, Sonny juga meninjau langsung kualitas beras hasil serapan petani lokal yang tersimpan di gudang penyimpanan. Ia menilai pengelolaan stok di Banyuwangi berjalan baik dan sesuai dengan standar penyimpanan yang ditetapkan pemerintah.
Banyuwangi Surplus Beras
Berdasarkan laporan dari pihak Bulog, stok beras di Banyuwangi saat ini berada dalam kondisi sangat mencukupi. Bahkan, status surplus tersebut memungkinkan Bulog Banyuwangi untuk mendukung distribusi kebutuhan pangan ke daerah lain di luar Pulau Jawa melalui penugasan khusus dari pemerintah. Kondisi ini menunjukkan bahwa Banyuwangi memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan beras nasional.
Menanggapi hal tersebut, Sonny memberikan apresiasi terhadap kinerja Bulog Banyuwangi yang dinilai berhasil menjaga ketersediaan beras sekaligus menyerap hasil panen petani secara optimal. “Kinerja positif ini harus terus dijaga, terutama dalam menjaga stabilitas harga serta mempersiapkan serapan gabah petani pada musim panen mendatang,” ujarnya. Ia juga menyarankan agar Bulog mempertimbangkan penambahan kapasitas gudang, baik dengan memperluas fasilitas yang ada maupun membangun gudang baru di titik-titik strategis guna memperkuat cadangan pangan daerah.
Soroti Distribusi Beras Nasional
Meski harga beras di Banyuwangi dan sebagian wilayah Jawa Timur relatif stabil, Sonny mengingatkan pemerintah agar tetap waspada terhadap dinamika harga di daerah lain. Ia menilai kenaikan harga di beberapa wilayah Indonesia menjadi indikasi masih adanya persoalan dalam sistem distribusi dan intervensi pasar. Menurutnya, ketimpangan harga antarwilayah menunjukkan bahwa pemerataan akses pangan masih perlu diperbaiki secara menyeluruh. “Ketika ada wilayah yang mengalami lonjakan harga, itu berarti ada persoalan dalam distribusi. Sistem tata kelola pangan nasional harus terus diperbaiki agar keadilan pangan dapat dirasakan merata,” katanya.
Ingatkan Pemerintah Soal Kebijakan Impor
Dalam kesempatan tersebut, Sonny juga mengingatkan agar pemerintah tidak tergesa-gesa mengambil kebijakan impor beras jika stok nasional sebenarnya masih mencukupi. “Jangan sampai solusi diambil secara gegabah, misalnya dengan melakukan impor beras. Padahal stok nasional kita sangat besar. Yang perlu diperhatikan adalah tata kelola distribusinya,” tegasnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap kebijakan pangan nasional, khususnya dalam memastikan cadangan beras pemerintah tetap terjaga serta mampu melindungi petani dan konsumen menjelang meningkatnya kebutuhan pangan pada momentum Idul Fitri. Sonny menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan pangan yang berpihak pada petani dan menjamin ketersediaan pangan yang merata di seluruh Indonesia. (Okada)




