BANYUWANGI || PratamaNews.com || Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mematangkan pelaksanaan program Masjid Ramah Pemudik melalui rapat koordinasi daring yang digelar pada Sabtu (14/3/2026). Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Banyuwangi, Muhammad Yanuar Bramudya, dan diikuti para camat, pengurus BKPRMI, pengelola masjid, serta berbagai instansi terkait.
Dalam arahannya, Bramudya menyampaikan bahwa program Masjid Ramah Pemudik merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan masjid sebagai ruang pelayanan umat, terutama pada bulan Ramadan dan saat arus mudik berlangsung.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar penyediaan tempat singgah bagi para pemudik, tetapi juga upaya menghidupkan kembali fungsi sosial masjid sebagai tempat berbagi pelayanan kemanusiaan di tengah perjalanan panjang masyarakat menuju kampung halaman.
Bramudya juga menuturkan bahwa Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, melihat program ini sebagai langkah positif untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melintasi Banyuwangi saat musim mudik.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa sebanyak 13 masjid utama telah ditetapkan sebagai titik layanan utama bagi pemudik. Selain itu terdapat 35 masjid pendukung lainnya yang tersebar di sepanjang jalur utama dari wilayah Wongsorejo hingga Kalibaru.
Masjid-masjid tersebut akan menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik, mulai dari tempat beristirahat, sarana ibadah, hingga layanan tambahan seperti terapi pijat untuk membantu mengurangi kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan bahwa setiap masjid nantinya akan memiliki penanggung jawab khusus atau person in charge (PIC) yang akan mendapatkan pelatihan terkait pelayanan kesehatan dasar.
Selain itu, kata Amir, layanan kesehatan di masjid juga akan mendapat dukungan dari tenaga medis di Puskesmas terdekat sehingga apabila terjadi kondisi darurat, penanganan dapat segera dilakukan.
“Setiap lokasi akan memiliki PIC yang sudah dilatih, dan akan didukung oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas sekitar,” jelasnya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian yang akan membantu pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi masjid agar aktivitas pemudik tetap aman dan tertib.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga merencanakan peluncuran resmi program Masjid Ramah Pemudik di Masjid Nurul Huda Bulusan, yang berada di jalur strategis menuju Pelabuhan Ketapang sebagai pintu gerbang menuju Pulau Bali.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini mendapat apresiasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama karena mampu melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam pelayanan umat.
Dukungan juga datang dari BKPRMI yang menyiapkan personel pemuda masjid dan Brigade Masjid untuk ikut aktif membantu pelayanan pemudik serta pengamanan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut, diharapkan para pemudik yang melintasi Banyuwangi dapat merasakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman, sekaligus merasakan kehangatan masjid sebagai tempat singgah yang tidak hanya meneduhkan jiwa, tetapi juga menolong sesama di tengah perjalanan panjang menuju kampung halaman.




