BANYUWANGI || PratamaNews.com || Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan bersama tim pemberantasan melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Rehabilitasi Pencegahan dan Pemulihan Narkoba Bayangkara Indonesia (LRPPN-BI) Banyuwangi. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di wilayah Jawa Timur. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran pengurus LRPPN-BI Banyuwangi.(19/05/2026)

 

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah dan masyarakat dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba. Kepala BNNK Pasuruan menekankan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Ia juga mengapresiasi peran aktif LRPPN-BI Banyuwangi yang selama ini konsisten dalam memberikan layanan rehabilitasi dan edukasi kepada masyarakat.

 

Selain memperkuat hubungan kelembagaan, kunjungan ini juga menjadi momentum untuk membangun tiga komponen utama kolaborasi atau yang disebut “3 Ko”, yaitu komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi. Melalui tiga pilar ini, diharapkan setiap program pencegahan dan pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih efektif dan terarah. Sinergi ini juga diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

 

Pihak LRPPN-BI Banyuwangi menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk terus bekerja sama dengan BNNK Pasuruan dalam berbagai kegiatan sosial dan edukatif. Mereka menilai bahwa pendekatan kolaboratif seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba serta pentingnya rehabilitasi bagi para korban penyalahgunaan.

 

Kunjungan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata sebagai simbol persahabatan dan komitmen bersama dalam memerangi narkoba. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara BNNK Pasuruan dan LRPPN-BI Banyuwangi semakin erat, serta menjadi contoh nyata sinergi positif antara lembaga pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan Indonesia yang sehat dan bebas dari narkoba. (Samuel)