BANYUWANGI ||PratamaNews.com|| Aliansi Advokat Banyuwangi Bersatu (AABB) mendesak Kapolresta Banyuwangi beserta jajaran Satreskrim untuk mengusut tuntas kasus kerusuhan yang terjadi pasca pertandingan sepak bola secara transparan. AABB meminta aparat kepolisian menangkap aktor intelektual penggerak kerusuhan dan memanggil pihak Panitia Penyelenggara Turnamen Piala Ketua PSSI Banyuwangi untuk mempertanggungjawabkan kelalaiannya di hadapan hukum.
SEKJEN AABB, Nurul Safi’i, SH., MH., menyatakan kekecewaannya terhadap sikap panitia penyelenggara turnamen sepak bola yang hingga saat ini belum menunjukkan perhatian memadai terhadap para korban dugaan pengeroyokan. “Kami sangat menyayangkan sikap panitia penyelenggara turnamen sepak bola yang hingga saat ini belum menunjukkan perhatian yang memadai terhadap para korban dugaan pengeroyokan yang terjadi pasca pertandingan,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).
Nurul Safi’i menjelaskan bahwa sampai saat ini, panitia diketahui belum melakukan kunjungan ataupun memberikan dukungan moral kepada para korban yang mengalami luka dan trauma akibat peristiwa tersebut. Kondisi ini dinilai sangat tidak manusiawi mengingat para korban membutuhkan perhatian dan dukungan dalam proses pemulihan fisik maupun psikologis mereka.
Di sisi lain, panitia justru tetap melanjutkan agenda turnamen dengan menjadwalkan pertandingan-pertandingan berikutnya sebagaimana biasa. Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa keselamatan, keamanan, dan pemulihan para korban tidak menjadi perhatian utama penyelenggara. Sikap demikian berpotensi menimbulkan persepsi publik bahwa panitia kurang memiliki empati dan kepedulian terhadap para korban serta keluarga mereka yang sedang menghadapi dampak dari peristiwa tersebut.
AABB menilai kelalaian panitia dalam menjamin keamanan pertandingan telah mengakibatkan terjadinya kerusuhan dan korban . Oleh karena itu, pihak panitia harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum atas kelalaian tersebut. Selain itu, AABB juga mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap siapa dalang di balik kerusuhan yang terjadi.
Hingga saat ini, upaya konfirmasi kepada Ketua PSSI Banyuwangi, Michael Edy, terkait kejadian laga sepak bola di Lapangan Maron melalui telepon dan chat WhatsApp belum mendapat respons. Sikap diam pihak PSSI Banyuwangi ini semakin memperkuat kesan kurangnya tanggung jawab penyelenggara terhadap insiden yang telah menimbulkan korban dan keresahan di masyarakat.(Tiem)




