BANYUWANGI || PratamaNews.com || Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan yang dipimpin oleh Bapak Masduki, S.H melaksanakan kegiatan monitoring sekaligus pemantauan perkembangan residen rehabilitasi melalui kegiatan olahraga futsal pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan komprehensif yang bertujuan meningkatkan keterampilan di bidang olahraga serta menjaga kesehatan para residen.
Kegiatan olahraga futsal ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman positif kepada para residen dalam bidang olahraga dan mengembangkan kreativitas mereka. Melalui aktivitas fisik yang terstruktur, para residen diharapkan dapat membangun kembali kepercayaan diri dan menemukan potensi diri yang selama ini terpendam. Olahraga futsal dipilih karena sifatnya yang membutuhkan kerja sama tim, strategi, dan disiplin yang tinggi.
Bapak Masduki, S.H,.M.Hdalam sambutannya mengungkapkan harapan besar terhadap kegiatan ini. “Kami berharap kegiatan olahraga ini menjadi pemicu bagi para residen untuk menjadikan pola hidup sehat sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan masa depan yang lebih baik dan berguna setelah menjalani rehabilitasi,” ujarnya. Menurutnya, pentingnya menanamkan kesadaran akan hidup sehat sejak dini dalam proses rehabilitasi akan membawa dampak jangka panjang bagi pemulihan para residen.
Kegiatan monitoring ini tidak lepas dari peran serta Lembaga Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkotika Bayangkara Indonesia (LRPPN-BI) yang berada di Banyuwangi. Kolaborasi antara BNNK Pasuruan dan LRPPN Banyuwangi menunjukkan sinergi yang kuat dalam upaya rehabilitasi dan pembinaan para residen. Kerja sama lintas lembaga ini menjadi kunci keberhasilan program rehabilitasi yang komprehensif dan berkelanjutan.
Bapak M. Hiksan, S.Pd selaku pimpinan LRPPN Banyuwangi menegaskan komitmen lembaganya dalam proses rehabilitasi. “Dalam rehabilitasi, kami selalu mengutamakan memulihkan dan membina para residen menjadi manusia yang sehat dan kreatif,” ujarnya. Pendekatan holistik yang menggabungkan aspek fisik, mental, dan sosial menjadi fokus utama dalam setiap program yang dijalankan.
Melalui kegiatan seperti olahraga futsal ini, diharapkan para residen tidak hanya pulih dari ketergantungan, tetapi juga memiliki bekal keterampilan dan pola hidup sehat yang dapat diterapkan ketika kembali ke masyarakat. Program pembinaan yang berkelanjutan dan terukur menjadi investasi penting untuk menciptakan generasi yang bebas narkotika dan produktif bagi bangsa.




