Pratamanews.com – Palembang – Pemerintah Kota Palembang terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Salah satunya melalui pengembangan website berbasis aplikasi “Kawal Pak Wali”, yang dirancang untuk mengintegrasikan koordinasi agenda dan penjadwalan pimpinan di lingkungan Pemerintah Kota Palembang, dilaksanakan di ruang rapat Prameswara Palembang.
“Paramiswari, S.STP., M.Si. menjelaskan, aplikasi tersebut hadir sebagai wadah layanan terintegrasi untuk mengoordinasikan agenda pimpinan, mulai dari Wali Kota, Wakil Wali Kota hingga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang,Senin (10/08/2026).
“yang diwawancarai oleh awak media Menurutnya, selama ini proses penjadwalan kegiatan pimpinan masih banyak dilakukan secara manual. Informasi agenda disampaikan melalui berbagai cara, mulai dari telepon, pesan WhatsApp, hingga melalui bagian protokol.
“Kondisi tersebut terkadang menimbulkan kendala karena informasi tidak seluruhnya terdokumentasi secara digital dan berpotensi terlambat diterima oleh pihak terkait.
“Selama ini penjadwalan masih manual. Ada yang melalui telepon, ada yang melalui WhatsApp, ada juga yang langsung berkoordinasi dengan protokol. Karena tidak tercatat secara digital, terkadang ada kegiatan yang baru diketahui mendekati hari pelaksanaan,” jelas Paramiswari.
“Ia mencontohkan, ketika Wali Kota dijadwalkan menghadiri sebuah kegiatan, terkadang pihak protokol belum mendapatkan informasi secara lengkap mengenai detail acara, termasuk apakah pimpinan akan memberikan sambutan atau membutuhkan persiapan khusus lainnya.
“Dengan adanya aplikasi “Kawal Pak Wali”, setiap agenda dapat tercatat dan diperbarui secara lebih terstruktur. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga dapat mengetahui jadwal pimpinan sekaligus memberikan informasi terkait kebutuhan dalam suatu kegiatan.
“Kalau jadwal sudah masuk sejak beberapa hari sebelumnya, protokol bisa lebih siap. Misalnya Pak Wali akan memberikan sambutan, materi sambutan dan kebutuhan lainnya sudah bisa dipersiapkan. Kalau ada agenda Pak Wakil atau Pak Sekda, kebutuhan protokol juga dapat disiapkan lebih awal,” ujarnya.
“Selain penjadwalan, aplikasi tersebut juga diharapkan mampu mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi perubahan agenda.
“Misalnya, seorang pimpinan memiliki jadwal rapat pada pukul 10.00 WIB, namun kemudian harus menghadiri agenda lain berdasarkan arahan Gubernur. Perubahan jadwal tersebut dapat diperbarui melalui sistem sehingga pihak yang berkepentingan memperoleh informasi secara lebih cepat.
“Kalau selama ini perubahan jadwal biasanya disampaikan melalui grup WhatsApp. Persoalannya, tidak semua kepala OPD atau pihak terkait selalu membaca grup tepat waktu. Dengan adanya aplikasi ini, ketika ada perubahan jadwal, diharapkan ada notifikasi langsung ke WhatsApp atau smartphone mereka,” katanya.
“Sistem notifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu keunggulan “Kawal Pak Wali”, karena pengguna tidak harus terus-menerus memantau grup komunikasi untuk mengetahui perubahan agenda.
“Harapannya, ketika ada update, mereka langsung mengetahui. Jadi tidak ada lagi alasan terlambat mengetahui perubahan agenda karena tidak membaca grup,” tambahnya.
“Paramiswari mengatakan, aplikasi ini pada akhirnya diharapkan dapat membuat pengelolaan agenda pimpinan di lingkungan Pemerintah Kota Palembang menjadi lebih praktis, tertata, transparan dan terdokumentasi secara digital.
“Selain membantu pimpinan dan protokol, sistem tersebut juga dapat meningkatkan kedisiplinan OPD, camat, kepala UPTD maupun direktur BUMD dalam mengikuti agenda yang telah ditetapkan.
“Ia menjelaskan, selama ini apabila terdapat kegiatan yang dihadiri Wali Kota, kehadiran kepala OPD atau camat juga menjadi bagian dari perhatian pimpinan. Jika kepala OPD tidak hadir dan tidak ada perwakilan, hal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi.
“Kalau kepala UPTD atau OPD tidak hadir dan tidak ada yang mewakili, biasanya Pak Wali meminta untuk ditindaklanjuti melalui BKPSDM atau Inspektorat,” ungkapnya.
“Dengan hadirnya “Kawal Pak Wali”, Pemkot Palembang berharap koordinasi agenda pimpinan tidak lagi bergantung pada komunikasi manual, tetapi dapat dilakukan melalui sistem digital yang terintegrasi.
“Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Palembang meningkatkan efektivitas koordinasi, mempercepat penyampaian informasi serta memastikan setiap agenda pimpinan dapat dipersiapkan dengan lebih baik.(red)






