Pratamanews.com – PALEMBANG,-pratama.news.Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang resmi memperkuat kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang strategis, mulai dari pendidikan, peningkatan sumber daya manusia (SDM), penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat, dilaksanakan di Gedung KH. Faqih Usman Universitas Muhammadiyah Palembang, Jl.Jenderal Ahmad Yani, 13 Ulu, Kec.Seberang Ulu II, Kota Palembang.
“Dalam kerja sama tersebut, Wali Kota Palembang menegaskan adanya tiga keterkaitan utama yang akan menjadi fokus pelaksanaan MoU, yakni bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,Senin (28/09/2026).
“yang diwawancarai oleh awak media Pada bidang pendidikan, kerja sama akan diarahkan pada Fakultas Kedokteran UMP, khususnya dalam mendukung kebutuhan rumah sakit pendidikan. Selain itu, terdapat program peningkatan kualitas SDM di lingkungan Pemerintah Kota Palembang.
“Pak Wali punya program, satu dinas harus ada yang S2 dan satu puskesmas harus memiliki satu dokter spesialis. Itu nantinya akan dikerjakan melalui kerja sama ini,” ujar perwakilan UMP usai penandatanganan MoU.
“Sementara pada bidang penelitian, salah satu fokus yang diminta Pemerintah Kota Palembang adalah penelitian mengenai persoalan kemacetan di Kota Palembang. Untuk merealisasikan penelitian tersebut, UMP nantinya akan melakukan audiensi dan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Palembang.
“Pak Wali meminta untuk meneliti tentang kemacetan di Kota Palembang. Nanti kami akan audiensi ke Dinas Perhubungan,” katanya.
“Adapun bidang ketiga yakni pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan pengabdian sebenarnya telah lama dilakukan UMP di berbagai wilayah Kota Palembang dan akan terus dikembangkan melalui kerja sama dengan Pemkot Palembang.
“Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pengembangan Kampung Kapitan Layang-Layang. Melalui dukungan dana dari LPDP, kawasan tersebut direncanakan kembali dikembangkan menjadi pusat penghasil makanan sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
“Pengabdian ini sebenarnya sudah lama kami lakukan. Sekarang dengan tim yang sedang turun ke sana, dengan dana dari LPDP, kami akan membangun kembali Kampung Kapitan Layang-Layang menjadi pusat penghasil makanan sehat untuk pencegahan stunting,” ujarnya.
“UMP, lanjutnya, juga selama ini aktif dalam berbagai kegiatan pencegahan stunting. Bahkan, pihaknya telah menghasilkan sejumlah policy brief terkait pengawasan dan penanganan stunting yang telah diterapkan.
“Ia menjelaskan, kerja sama antara UMP dan Pemkot Palembang telah berlangsung sejak lama dan terus diperbarui seiring pergantian kepemimpinan di Pemerintah Kota Palembang.
“Kerja sama ini sudah berlangsung sejak tahun 2005. Setiap berganti wali kota, kerja samanya terus kami perbarui, sementara kegiatannya tetap berjalan,” jelasnya.
“Dalam bidang pendidikan kedokteran, kerja sama juga terus dilakukan, termasuk dengan rumah sakit bari yang menjadi tempat praktik mahasiswa kedokteran. Hal tersebut diperlukan karena mahasiswa Fakultas Kedokteran UMP membutuhkan rumah sakit bari pendidikan untuk menjalani praktik.
“Selain itu, kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga terus berjalan. Bahkan, sejumlah agenda telah dilakukan sebelum penandatanganan MoU kali ini.
“Makanya penandatanganannya dipercepat, karena kami sudah turun dan melakukan observasi. Jadi apa yang harus kami lakukan di sana sudah teragendakan,” katanya.
“Pihak UMP menyambut positif dukungan Pemerintah Kota Palembang terhadap pengembangan berbagai program tersebut. Salah satu harapan yang ingin diwujudkan ke depan adalah keberadaan pusat oleh-oleh UMKM khas Kota Palembang.
“Menurutnya, gagasan tersebut muncul dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang selama ini dilakukan UMP, di mana para pelaku UMKM juga memiliki keinginan agar produk lokal Palembang memiliki wadah pemasaran yang lebih terpusat.
“Kami berharap ke depan Palembang memiliki pusat oleh-oleh UMKM. Keinginan itu muncul dari masyarakat dan pelaku UMKM yang selama ini kami dampingi melalui kegiatan pengabdian,” ujarnya.
“Ia berharap sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat sehingga berbagai program yang telah dirancang tidak hanya berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Karena kami di dunia pendidikan tentu sangat bergantung pada pemerintah. Harapan kami, kerja sama ini akan terus dibina dan ditingkatkan lagi,” pungkasnya.
[Wahyudi]








