Banyuwangi – Pratamanews.com – Minggu [30/03/2025], Banyuwangi kembali menjadi salah satu tujuan wisata favorit bagi para pelancong yang ingin menghabiskan libur Lebaran tahun ini. Keindahan alam yang beragam, mulai dari pantai, gunung, hingga atraksi budaya yang khas, menjadikan kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini selalu menarik untuk dikunjungi.
Salah satu tradisi budaya yang akan digelar adalah Barong Ider Bumi, ritual khas Suku Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Tradisi ini akan berlangsung pada tanggal 2 Syawal atau hari kedua Idul Fitri, yang tahun ini jatuh pada 1 April 2025. Barong Ider Bumi merupakan ritual bersih desa dan tolak bala yang telah diwarisi sejak tahun 1800-an. Dalam prosesi ini, warga mengarak Barong mengelilingi desa sambil melantunkan tembang macapat berisi doa. Ritual ini kemudian diakhiri dengan selamatan yang menyajikan Pecel Pitik, hidangan khas Suku Osing yang terbuat dari ayam kampung yang dipadukan dengan bumbu kelapa parut.
Selain Barong Ider Bumi, atraksi budaya lain yang menarik adalah Seblang Olehsari. Ritual ini akan digelar pada minggu pertama bulan Syawal di Balai Adat Olehsari, tepatnya pada 4 hingga 10 April 2025. Seblang merupakan tradisi kuno yang dipercaya sebagai ritual tolak bala di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah. Dalam ritual ini, seorang gadis yang memiliki garis keturunan penari Seblang akan menari dalam kondisi trance selama tujuh hari tujuh malam. Dengan suasana magis yang kental, tarian ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menyaksikan budaya asli Banyuwangi yang masih lestari.
Tidak hanya itu, Banyuwangi juga akan menggelar Boyolangu Culture Festival, yang mencakup tradisi Puter Kayun. Festival ini berlangsung pada hari ke-7 hingga ke-10 bulan Syawal dan diisi dengan berbagai acara, seperti Selamatan Kopat, pertunjukan seni budaya, Kebo-Keboan, hingga prosesi Puter Kayun itu sendiri. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah berjasa membuka jalan di kawasan utara Banyuwangi, khususnya di sekitar Pantai Watudodol. Dalam prosesi ini, warga melakukan napak tilas dari Kelurahan Boyolangu menuju Pantai Watudodol dengan menaiki delman atau kereta kuda.
Selain berbagai ritual budaya, Banyuwangi juga akan menggelar Diaspora Banyuwangi, sebuah acara khusus yang mempertemukan perantau asal Banyuwangi yang sedang mudik. Acara ini akan diadakan di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan pada 3 April 2025, mulai pukul 09.00 WIB. Acara ini akan dihadiri oleh para diaspora Banyuwangi dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri seperti Hong Kong, Taiwan, Amerika Serikat, Rusia, Jerman, dan Australia. Acara ini menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran ide antara masyarakat Banyuwangi dengan warganya yang telah merantau ke berbagai belahan dunia.
Dengan beragam destinasi alam yang indah dan atraksi budaya yang unik, Banyuwangi siap menyambut wisatawan yang ingin mengisi libur Lebaran dengan pengalaman yang tak terlupakan. Kabupaten ini terus mempertahankan dan melestarikan warisan budaya serta mengembangkan potensi wisata yang semakin menarik minat pengunjung, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
[4R]




