Pratamanews.Com – Malang – Sebuah balon udara besar berwarna merah dan putih tersangkut di atap rumah warga di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, pada Selasa (01/04/2025). Insiden ini menyebabkan aliran listrik dari Songgoriti hingga Pujon mati seketika. Beruntung, pemadaman tidak berlangsung lama dan segera ditangani oleh pihak terkait.

Manager PLN ULP Batu, Catur Surya Dharma Suryana, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan adanya pemadaman listrik yang meliputi area dari Songgoriti hingga Dusun Dadapan dan Dusun Ngebrong di Kecamatan Pujon. Pemadaman tersebut terjadi pada pukul 05.59 WIB dan kembali normal dalam waktu lima menit, tepatnya pada pukul 06.04 WIB.

Setelah menerima laporan, tim PLN ULP Batu segera melakukan penelusuran untuk mencari penyebab padamnya listrik. Pada pukul 07.39 WIB, ditemukan bahwa sebuah balon udara telah jatuh dan menyangkut di rumah warga di Desa Pandesari. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengiriman tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut.

Balon udara yang tersangkut tersebut ternyata mengenai jaringan listrik, mengakibatkan percikan api dan gangguan aliran listrik. Setelah dilakukan penanganan oleh tim teknis PLN, kondisi jaringan listrik akhirnya pulih sepenuhnya pada pukul 09.00 WIB.

Menanggapi kejadian ini, Catur Surya Dharma Suryana mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas yang dapat mengganggu jaringan listrik, termasuk menerbangkan balon udara dan bermain layang-layang di dekat jalur listrik. Ia menekankan bahwa tindakan semacam itu dapat berbahaya dan berisiko menimbulkan kecelakaan serta gangguan kelistrikan yang lebih luas.

Sebagai langkah preventif, masyarakat diimbau untuk tidak bermain layang-layang atau menerbangkan balon udara di sekitar jaringan listrik. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 2 Tahun 2019 tentang Ruang Bebas dan Jarak Minimum pada Saluran Udara Tegangan Tinggi.

Catur menegaskan bahwa perubahan arah mata angin yang tidak menentu bisa membuat balon udara atau layang-layang tersangkut di jaringan listrik. “Masyarakat harus memperhatikan jarak aman dari jaringan listrik saat bermain layang-layang atau menerbangkan balon udara. Ini penting untuk keselamatan bersama,” ujarnya.

Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan yang ada diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Dengan memahami dan mengikuti imbauan ini, masyarakat dapat membantu menjaga stabilitas pasokan listrik serta menghindari potensi kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

 

[4R]