Pratamanews.Com – Banyuwangi – Sebuah gudang penyimpanan barang-barang bekas milik warga ludes dilalap si jago merah di Dusun Sumberjeruk, RT 004/RW 002, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Kebakaran hebat ini terjadi pada Selasa (8/4/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat kejadian, pemilik gudang dan istrinya tidak berada di lokasi.

Informasi yang dihimpun dari Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi menyebutkan, pemilik gudang bernama Slamet Riyadi (51) sedang berada di sawah. Sementara sang istri, Anita, saat itu sedang berada di rumah tetangga. Keduanya tidak menyadari bahwa api sedang melahap habis gudang yang sehari-hari mereka gunakan untuk menyimpan barang-barang bekas.

Menurut keterangan Slamet, saat dirinya berada di sawah, ia sempat mendengar suara sirine kendaraan. Namun, ia mengira itu adalah suara ambulans, bukan mobil pemadam kebakaran. Baru ketika kembali ke rumah, ia melihat dengan mata kepala sendiri bahwa dua unit mobil pemadam kebakaran telah berada di sekitar gudangnya yang saat itu tengah terbakar hebat.

“Saya sempat dengar suara sirine, tapi saya pikir ambulans. Pas saya pulang, ternyata mobil pemadam sudah di depan gudang. Saya langsung lari ke sana, ternyata gudang saya terbakar habis,” tutur Slamet dengan wajah syok dan sedih.

Warga sekitar yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Mereka menggunakan ember, selang, dan timba untuk mengambil air dari sumur warga dan sungai kecil yang tak jauh dari lokasi kejadian.

“Kami semua gotong royong bantu padamkan api, pakai air dari sungai sama sumur. Tapi apinya cepat sekali membesar, kami nggak bisa kendalikan,” ujar rokhim salah satu warga yang ikut membantu memadamkan api.

Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Sektor Srono dan Sektor Genteng tiba di lokasi. Tim Damkarmat langsung melakukan proses pemadaman dan dilanjutkan dengan pendinginan untuk mencegah sisa api menyala kembali. Proses pemadaman memakan waktu cukup lama karena sebagian besar isi gudang terdiri dari material yang mudah terbakar, seperti kardus, plastik, dan kayu bekas.

Setelah api berhasil dipadamkan, Tim Damkarmat melakukan asesmen menyeluruh di lokasi kebakaran. Mereka memastikan bahwa tidak ada bara api yang tersisa dan seluruh area telah benar-benar aman.

Api berhasil dipadamkan dan saat ini sudah kami lakukan proses pendinginan. Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Dugaan sementara belum bisa dipastikan, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kebakaran ini memang tidak memakan korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp8 juta. Slamet mengaku pasrah dan berharap ada hikmah di balik musibah ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada warga dan petugas pemadam kebakaran yang telah sigap membantu.

“Alhamdulillah nggak ada korban, cuma barang-barang di gudang habis semua. Semoga nanti bisa bangkit lagi. Terima kasih buat warga dan petugas yang sudah bantu,” ucap Slamet.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang digunakan untuk menyimpan barang-barang mudah terbakar. Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

Hingga berita ini ditulis, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Polisi juga telah memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan.

 

[4R]