Pratamanews.Com – Pandaan – Warga di kawasan Pasar Senggol, Kelurahan/Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, digegerkan dengan penemuan mayat seorang lelaki pada Minggu sore (13/4). Sosok mayat tersebut ditemukan tergeletak di sebuah bedak kosong yang berada di lingkungan Turuz dan niaga pasar sekitar pukul 16.00 WIB.
Mayat tersebut dalam posisi terlentang di atas lantai keramik, tanpa gerakan sedikit pun. Bedak tempat ditemukannya mayat itu diketahui sudah lama tidak ditempati dan berada di bagian dalam kompleks pasar senggol yang biasanya ramai saat malam hari, terutama di akhir pekan.
Warga yang pertama kali melihat keberadaan mayat itu langsung melaporkan temuan tersebut ke Polsek Pandaan. Tak berselang lama, sejumlah petugas dari Polsek Pandaan tiba di lokasi bersama dengan tim identifikasi (Inafis) dari Polres Pasuruan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Saat ditemukan warga, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Tubuhnya juga sudah mulai kaku,” ungkap Daeng Moch Su’ud, Ketua RW 01 lingkungan Turuz, Kecamatan Pandaan, kepada wartawan. Ia menyebutkan bahwa korban bukan merupakan warga setempat, namun sudah cukup dikenal oleh masyarakat sekitar karena sering terlihat mengamen di wilayah pasar Pandaan.
“Dia sering keliling mengamen di sini. Warga banyak yang tahu sosoknya, meskipun tidak ada yang benar-benar kenal dekat. Yang jelas dia bukan warga kami,” tambah Daeng.
Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan dengan cepat dan hati-hati. Petugas memasang garis polisi (police line) di sekitar bedak kosong tersebut. Mereka juga memeriksa barang-barang milik korban, termasuk sebuah tas berwarna hitam yang berada tak jauh dari tubuh korban.
Dari dalam tas itu, petugas menemukan sejumlah barang pribadi milik korban dan juga dokumen identitas. Berdasarkan identitas yang ditemukan, korban diketahui bernama Subaweh, berusia 58 tahun, warga asal Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember.
“Korban ini berasal dari Jember, dan kemungkinan besar sudah lama merantau ke daerah Pandaan untuk mengamen. Namun kami masih terus menyelidiki apakah korban memiliki keluarga atau kerabat di sekitar sini,” kata salah satu petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Bangil untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sebab alami. Namun, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memastikan tidak adanya unsur kekerasan atau dugaan tindak kriminal lainnya.
Penemuan mayat ini sempat menarik perhatian banyak warga yang kebetulan sedang berada di sekitar pasar. Mereka berkumpul di sekitar area bedak kosong yang telah dipasangi garis polisi, meski petugas berulang kali mengimbau warga untuk tidak mendekat demi kelancaran proses identifikasi.
Kondisi pasar pada sore itu memang sedang tidak terlalu ramai, mengingat hari sudah menjelang malam dan sebagian pedagang sudah mulai menutup lapak. Namun, kejadian ini tetap menyita perhatian karena lokasi penemuan mayat yang berada di tengah kawasan perdagangan yang biasa dipadati masyarakat.
Menurut informasi dari beberapa pedagang, korban terakhir terlihat pada siang hari sedang duduk-duduk di sekitar area dalam pasar. “Tadi siang saya sempat lihat dia duduk sendirian sambil memegang gitar kecil. Tapi tidak menyangka kalau malamnya sudah ditemukan meninggal,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penelusuran untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai latar belakang korban, termasuk kemungkinan keberadaan keluarga atau sanak saudara yang bisa dihubungi. Sementara itu, Polsek Pandaan mengimbau kepada masyarakat yang merasa mengenal korban atau memiliki informasi terkait untuk segera menghubungi pihak berwajib.
[Gus F]




