Pratamanews.Com – Surabaya –  Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menyatakan sikap tegas membela kakaknya, Gibran Rakabuming Raka, terkait tuntutan pemberhentian Gibran dari jabatan Wakil Presiden RI.

Tuntutan itu sebelumnya dilayangkan oleh Forum Purnawirawan TNI yang beranggotakan 103 orang. Mereka meminta agar Gibran diberhentikan melalui mekanisme Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Menanggapi hal tersebut, Kaesang menilai usulan tersebut bertentangan dengan ketentuan konstitusi. Ia menegaskan bahwa Gibran telah terpilih secara sah melalui pemilihan umum yang demokratis bersama Presiden terpilih Prabowo Subianto.

“Secara konstitusi, presiden dan wakil presiden sudah dipilih secara langsung oleh masyarakat,” ujar Kaesang saat ditemui di sela kunjungannya di Surabaya, Jumat (25/4/2025).

Kaesang menambahkan, posisi Gibran sebagai wakil presiden merupakan hasil dari kehendak rakyat melalui proses demokrasi yang sah dan diakui oleh negara. Oleh karena itu, segala upaya untuk mengganti atau memberhentikan Gibran harus tunduk pada aturan hukum dan prinsip konstitusional yang berlaku.

“PSI, sebagai partai pengusung pasangan Prabowo-Gibran, mengajak semua pihak untuk menghormati hasil pemilu dan menjalankan demokrasi sesuai konstitusi,” lanjutnya.

 

Anak bungsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) ini juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara hukum, sehingga segala bentuk keberatan atau protes harus disalurkan melalui mekanisme hukum yang ada, bukan melalui tekanan politik.

“Sekali lagi, semua sudah sesuai konstitusi,” tegas Kaesang.

Forum Purnawirawan TNI sebelumnya menyatakan bahwa keberadaan Gibran sebagai wakil presiden dianggap bermasalah karena dinilai lahir dari proses pencalonan yang kontroversial. Namun hingga saat ini, KPU maupun Mahkamah Konstitusi (MK) telah menegaskan keabsahan proses Pilpres 2024, termasuk pencalonan Gibran.

Kaesang juga mengimbau agar semua pihak berfokus pada persatuan nasional dan mendukung pemerintahan baru demi kemajuan bangsa. Ia menilai, perdebatan soal hasil pemilu harus disudahi mengingat Indonesia kini memasuki babak baru pemerintahan.

“Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun bangsa, bukan terus memperkeruh suasana,” tutup Kaesang.