Pratamanews.Com – Banyuwangi – Hampir enam bulan berlalu sejak tragedi memilukan menimpa CN, siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) berusia 7 tahun di Kalibaru, Banyuwangi. Hingga kini, pelaku pemerkosaan dan pembunuhan bocah malang itu belum juga berhasil diungkap aparat kepolisian. Keluarga korban pun terus menanti kejelasan, berharap keadilan segera ditegakkan.
Ayah korban, DN (35), tak mampu menyembunyikan kepedihan hatinya. Lewat unggahan di media sosial, ia membagikan sebuah video menyayat hati berisi kompilasi foto-foto mendiang putrinya. Video itu diiringi lagu “Selalu Ada” milik Band Blackout, memperkuat suasana duka yang mendalam. Dalam unggahan tersebut, DN menyertakan narasi penuh kesedihan.
“Kau berangkat untuk menuntut ilmu, Nak. Tapi kau pulang dengan berlumuran darah dan tak bernyawa,” tulis DN, menyertai video tersebut.

DN juga meluapkan kekecewaannya kepada aparat kepolisian yang dinilai lamban menangani kasus putrinya. “Hampir 6 bulan kau tak terurus, tidak ada pergerakan dan titik terang. Ada apa dengan kalian?” sambungnya dalam unggahan lain, disertai emotikon aparat kepolisian.
Dalam postingan berikutnya, DN mengunggah foto CN yang sedang menaiki sepeda kayuh berwarna pink sambil membawa tas ransel. Sepeda itu, kata DN, ditemukan di dekat lokasi jenazah putrinya pada 13 November 2024 silam. Ia menceritakan, foto itu diambil dua hari sebelum tragedi nahas terjadi, hanya berjarak sekitar 190 meter dari lokasi kejadian.
“Lokasi sekitar 190 meter dari lokasi kejadian, diambil pada dua hari sebelum peristiwa,” ungkap DN.
Meski lima bulan telah berlalu, kasus ini masih gelap. Tidak ada tersangka, tidak ada kejelasan. Bocah kelas 1 MI itu kini hanya bisa menanti keadilan di dalam kuburnya yang sudah mengering. Harapan DN pun hanya satu: pelaku dihukum seberat-beratnya, bahkan dengan hukuman mati.
“Harapan kami untuk ditembak mati, siapapun pelakunya, tanpa toleransi. Siapapun pelakunya harus ditembak mati tanpa toleransi,” tegas DN berulang kali.

DN menegaskan dirinya tak peduli siapapun pelaku kejahatan keji ini. Ia hanya ingin keadilan ditegakkan. Jika hukum tak sanggup memberikan hukuman setimpal, ia meminta pelaku dilepaskan saja agar mendapat pembalasan dari alam semesta.
“Jika hukum tidak bisa untuk menembak mati, lebih baik lepaskan saja sekalian, nggak usah dihukum. Biarkan alam yang akan menghukum dengan lebih kejam,” ucapnya.
DN berharap aparat penegak hukum segera mengungkap kasus ini secara terang benderang. Ia juga menggantungkan harapan kepada kuasa hukumnya untuk terus mendukung dan memberikan informasi terkait perkembangan terbaru penanganan kasus ini.
“Kami hanya ingin keadilan untuk putri kami,” pungkasnya dengan suara bergetar.
[4R]




