Pratamanews.com – Sidoarjo – Ketua Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Sidoarjo, Arri Prasetyawan Pratama, menghadiri acara pengukuhan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo masa bakti 2024–2029 yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Minggu (1/6/2025).

Acara ini menjadi momen penting bagi pengurus baru Kadin, sekaligus ajang silaturahmi dan konsolidasi para pelaku usaha lintas sektor di Kabupaten Sidoarjo. Dari industri besar hingga UMKM, seluruhnya hadir dalam semangat kolaborasi untuk membangun perekonomian daerah.

Menurut Arri Prasetyawan Pratama, kehadiran pemerintah daerah dalam acara ini menunjukkan dukungan terhadap dunia usaha lokal. Ia berharap Kadin mampu memainkan peran aktif dalam menyuarakan kebutuhan dan aspirasi anggotanya secara lebih konkret.

“Saya berharap Kadin Sidoarjo ke depan bisa benar-benar menjadi jembatan antara pelaku usaha dan pemerintah, khususnya dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan kondusif,” ujar Arri singkat.

Salah satu pengurus baru yang dikukuhkan, Andry Harmoko, menyatakan alasannya bergabung dengan Kadin karena melihat potensi besar dalam memperkuat jejaring dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

“Saya masuk Kadin karena ini bukan sekadar organisasi, tapi ruang kolaborasi nyata. Kita bisa saling belajar, berinovasi, dan tumbuh bersama untuk kemajuan ekonomi daerah,” ujar Andry.

Senada dengan itu, Herman Susilo, SH, pengusaha sekaligus advokat yang turut dikukuhkan sebagai pengurus, menilai Kadin memiliki posisi strategis untuk memberikan dampak langsung terhadap kebijakan ekonomi daerah, khususnya yang menyangkut perlindungan hukum bagi pelaku usaha.

“Sebagai pengusaha dan praktisi hukum, saya ingin Kadin bisa menjadi pelindung dan penguat legalitas bagi anggotanya. Banyak pelaku UMKM yang masih belum paham soal aspek hukum bisnis. Di sinilah Kadin bisa hadir, memberikan edukasi dan pendampingan,” kata Herman.

Herman juga menekankan pentingnya transparansi dan tata kelola organisasi yang profesional agar Kadin tidak hanya kuat di struktur, tapi juga relevan secara substansi bagi seluruh anggota.

Acara pengukuhan ini diwarnai pula dengan dialog terbuka antara pengurus dan para pelaku usaha, membahas berbagai tantangan seperti perubahan regulasi, digitalisasi usaha, dan persoalan permodalan. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, membuka ruang gagasan untuk agenda kerja Kadin ke depan.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, Kadin Sidoarjo diharapkan mampu menjadi organisasi yang inklusif, responsif, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kolaborasi dan inovasi.

[Ew]