Sidoarjo [Tarik] || PratamaNews.com || Minggu [08/12/24], Banjir di Sidoarjo menggenangi lima desa di Kecamata Tarik karena diguyur hujan deras selama dua hari berturut-turut. Ratusan rumah warga tergenang air, bahkan sejumlah ruas jalan penghubung antardesa juga tak luput dari genangan dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter (cm).

Desa tersebut adalah Banjarwungu, Gempol Klutuk, Kemuning, Mergosari, dan Kalimati. Warga kini hanya bisa menunggu air surut untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari.

Menurut salah satu warga Desa Gempol Klutuk, Pariadi, banjir mulai terjadi sejak Kamis (5/12/2024) akibat hujan deras yang turun tanpa henti. Kondisi semakin parah pada Jumat (6/12/2024) ketika curah hujan tetap tinggi hingga malam hari, menyebabkan debit air sungai meluap ke permukiman warga.

“Kalau Kamis sudah mulai banjir. Ditambah hujan lagi pada Jumat sehingga banjir semakin tinggi dan masuk ke dalam rumah,” ujar Pariadi pada Sabtu (7/12/2024).

Sebagian warga memilih bertahan di rumah, meski kondisi sulit. Sementara itu lainnya mengungsi ke rumah saudara yang berada di kawasan lebih tinggi dan tidak terdampak banjir.

Warga berharap banjir di Sidoarjo segera surut agar mereka bisa kembali menjalani aktivitas normal. “Sementara menunggu air susut. Saat ini tidak bisa melakukan aktifitas di rumah karena air masuk ke dalam,” kata Pariadi.

Banjir yang melanda tidak hanya menyulitkan aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan dan kerugian materi. Warga berharap pemerintah setempat segera mengambil tindakan untuk menangani banjir.

Camat Tarik Hari Subagio mengatakan, hingga saat ini banjir masih menggenangi sejumlah titik di lima desa dengan ketinggian air rata-rata 30-50 cm. Dari lima desa, Kemuning yang kondisinya paling terdampak karena berada di kawasan Sungai Avour.

“Ada lima desa yang masih tergenang, tetapi kalau yang ada di daerah persawahan hampir semuanya padi yang baru ditanam itu tertutup air semua,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo masih melakukan pendataan warga terdampak untuk diberkan bantuan. Menurut rencana, Pemkab Sidoarjo akan melakukan penanganan Sungai Avour terutama di pertemuan dua lokasi sungai yang ada di wilayah timur Kecamatan Tarik, agar kejadian luapan air tidak terjadi kembali.

“Pertemuan Sungai Avour di wilayah Tarik ini yang ujungnya ada di wilayah bawahnya perlu ada penangan khusus,” terang Hari.

Hingga kini, banjir di Sidoarjo masi menggenangi sejumlah titik, terutama di permukiman dengan dataran rendah. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat warga terus waspada terhadap potensi banjir susulan di Sidoarjo.

[4rri]