PratamaNews.Com // Sidoarjo // Jumat [20/12/2024], Sebagai bagian dari implementasi kegiatan vocational festival beberapa waktu yang lalu, Kadin Sidoarjo pada tanggal 19 – 20 Desember 2024 melakukan kunjungan industri bersama dengan Swisscontact dan Konsultan vokasi Kadin Jatim, yang bertujuan mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di JawaTimur.

Diantaranya adalah melakukan kunjungan ke PT. Sarana Karya Solusindo (Bandell Lighting), CV. Asri Motor serta PT. Karya Bintang Mandiri. Hadir dalam kesempatan tersebut mewakili Kadin Sidoarjo Bapak M. Masrukh selaku Wakil Ketua Bidang SDM & Ketenagakerjaan serta Tejo Sunaryo Komite Tetap Otonomi Daerah.
Senior Program Officer Public Private Partnership Swiss Skills for Competitiveness (SS4C) dari Swisscontact, Benaya Jaya mengatakan, “Kami memfasilitasi KADIN Sidoarjo untuk menjalankan mandatnya sesuai dengan Perpres No. 68, terkait revitalisasi vokasi, utamanya pemagangan yang terstruktur, sehingga daya saing perusahaan dan sekolah vokasi dapat meningkat”.

Masrukh menyampaikan juga “ sebagai representasi private sector, Kadin akan berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam hal melaksanakan inisiatif perbaikan instrumen vokasi di berbagai sisi dalam rangka akselerasi proses revitalisasi “. Salah satu bentuk kepedulian dari keseriusan perusahaan dalam rangka melakukan pemagangan terstruktur lain juga telah melakukan sinergi dengan beberapa sekolah kejuruan yang ada di Sidoarjo.

Masrukh menambahkan sebagai contoh salah satu hasil dari bentuk pemagangan yang dilakukan oleh PT. Sarana Karya Solusindo misalnya telah merekrut tenaga kerja dari hasil proses pemagangan yang dilakukan. Begitu pula dengan CV. Asri Motor juga telah memberikan CSR kepada sekolah kejuruan yaitu SMK Krian 2 dalam bentuk beberapa unit mobil untuk sarana pelatihan bagi siswa.

Hal ini menunjkkan bahwa proses magang terpadu menjadi sejalan dengan kebutuhan industri.

Selain itu juga Tejo Sunaryo, menyampaikan pandangannya terkait pentingnya sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan dunia industri.

Tejo menjelaskan bahwa kolaborasi antara pendidikan vokasi dan industri adalah salah satu langkah strategis yang harus terus dikembangkan.

Menurutnya, tantangan dunia kerja yang semakin kompleks memerlukan keterampilan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Oleh karena itu, pendidikan vokasi harus mampu menjawab tantangan ini dengan melakukan penyesuaian kurikulum, pelatihan, dan kerja sama dengan sektor industri.

“Kolaborasi ini bukan hanya sebatas seremonial, tetapi sebuah kebutuhan yang mendesak. Dunia kerja saat ini berkembang dengan sangat cepat, dan lulusan vokasi harus dipersiapkan untuk menghadapi perubahan tersebut. Sinergi yang kuat antara pendidikan dan industri adalah kunci untuk mencetak SDM yang unggul, kompetitif, dan adaptif terhadap kebutuhan global,” ujar Tejo Sunaryo.

Ia menambahkan “bahwa kunjungan industri ke berbagai perusahaan ini memberikan banyak pembelajaran penting mengenai praktik industri yang sesuai dengan standar global. Hal ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan vokasi dalam merancang program pelatihan yang lebih relevan dan berbasis kebutuhan nyata dunia kerja.

Kadin Sidoarjo juga mengapresiasi PT. Karya Bintang Mandiri sebagai salah satu perusahaan yang aktif mendukung pengembangan pendidikan vokasi melalui berbagai program kemitraan.
“Keterlibatan dunia industri, seperti yang ditunjukkan oleh PT. Karya Bintang Mandiri, adalah bentuk nyata komitmen untuk membangun SDM berkualitas. Ini menunjukkan bahwa industri tidak hanya berperan sebagai pengguna tenaga kerja, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menciptakan tenaga kerja yang siap pakai,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Tejo menekankan pentingnya keberlanjutan dalam program seperti Vocational Festival ini. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat dialog antara dunia pendidikan dan dunia industri. Menurutnya, dialog yang intensif dan terarah akan menghasilkan kebijakan dan program yang lebih terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.

“Kita harus memastikan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada hari ini saja. Ini harus menjadi langkah awal untuk menciptakan program-program kolaborasi yang berkelanjutan. Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa menciptakan SDM yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Tejo juga menyampaikan harapannya agar Vocational Festival dapat menjadi platform penghubung antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan dunia pendidikan. Ia percaya bahwa dengan sinergi yang baik, Jawa Timur dapat menjadi pusat pengembangan SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya optimis bahwa kolaborasi ini akan membawa manfaat besar, tidak hanya untuk dunia pendidikan tetapi juga untuk perekonomian Jawa Timur. Jika kita konsisten, ini akan menjadi fondasi kuat untuk menciptakan generasi muda yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing tinggi,” tutup Tejo Sunaryo.

Hal ini menegaskan bentuk komitmen Kadin Sidoarjo dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi sebagai salah satu pilar utama dalam membangun SDM unggul. Dengan keberlanjutan program-program seperti ini, diharapkan Jawa Timur dapat menjadi contoh sukses kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri.

 

[4rri]