Pratamanews.Com – Sidoarjo – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ke-5, Ir. H. AA Lanyalla Mahmud Mattalitti, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Mardhotillah, Sidoarjo, Jawa Timur, dalam rangka reses pertamanya di tahun 2025. Dalam kunjungan ini, Lanyalla ingin melihat langsung pemanfaatan bantuan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berupa seperangkat printer 3G serta komputer untuk desain komunikasi visual yang telah diberikan kepada SMK Mardhotillah Plus.
SMK Mardhotillah Plus sendiri merupakan bagian dari Pondok Pesantren Mardhotillah dan memiliki fokus pada pendidikan vokasi bagi para santri. Bantuan dari Kemnaker ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam bidang desain dan komunikasi digital, sehingga mereka dapat memiliki keahlian yang siap diterapkan dalam dunia usaha dan industri kreatif.
Sebagai senator dari daerah pemilihan Jawa Timur, Lanyalla menegaskan pentingnya pemanfaatan fasilitas ini secara optimal. Ia berharap agar para santri dan santriwati bisa menggunakan peralatan tersebut untuk meningkatkan kreativitas mereka, sekaligus membuka peluang usaha di bidang desain grafis dan digital marketing.
“Dengan adanya fasilitas ini, saya ingin melihat para santri mampu mengembangkan keterampilan mereka di bidang desain dan komunikasi digital. Ini adalah peluang besar bagi mereka untuk membangun kemandirian ekonomi sejak dini dan bersaing di era digital,” ujar Lanyalla dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa dunia saat ini telah berubah ke arah digitalisasi, sehingga keterampilan dalam bidang teknologi dan desain sangat dibutuhkan. Ia mendorong para santri untuk terus belajar dan mengembangkan diri agar dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dukungan DPD RI terhadap Pendidikan Vokasi Berbasis Pesantren
Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk dukungan DPD RI terhadap pengembangan pendidikan vokasi berbasis pesantren. Lanyalla mengapresiasi langkah Pondok Pesantren Mardhotillah dalam memadukan pendidikan agama dengan keterampilan berbasis teknologi. Ia menilai bahwa model pendidikan seperti ini dapat menjadi contoh bagi pesantren lain dalam memberikan bekal keterampilan kepada santrinya.
Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi tempat pembelajaran agama, tetapi juga bisa menjadi pusat inovasi dan pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu, ia berharap program-program pelatihan kerja seperti ini bisa terus didukung dan dikembangkan, sehingga para santri memiliki peluang kerja atau bahkan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri setelah lulus.
Antusiasme Santri dan Sambutan Pihak Pesantren
Kunjungan Lanyalla ke Pondok Pesantren Mardhotillah disambut dengan antusias oleh para santri, tenaga pendidik, serta pengurus pesantren. Mereka merasa senang dan termotivasi dengan kehadiran Ketua DPD RI yang memberikan perhatian terhadap perkembangan pendidikan di pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan Pondok Pesantren Mardhotillah menyampaikan rasa terima kasih kepada Kemnaker atas bantuan yang telah diberikan, serta kepada Lanyalla yang telah berkenan hadir dan memberikan motivasi kepada para santri. Pihak pesantren berharap fasilitas ini dapat terus dikembangkan dan digunakan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMK Mardhotillah Plus.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan semakin banyak pesantren yang mendapatkan perhatian dalam pengembangan pendidikan berbasis keterampilan, sehingga santri tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja dan industri kreatif di masa depan.
[4R]




