Pratamanews.Com – Banyuwangi – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi berhasil mengevakuasi seekor ular yang ditemukan melilit di penyangga teras rumah warga di Perumahan Brawijaya, Gang Makning, Desa Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi. Kejadian ini terjadi pada Kamis (27/3/2025) pagi dan membuat warga setempat merasa khawatir.

Pemilik rumah, Sri Erwijati (53), pertama kali menyadari keberadaan ular tersebut sekitar pukul 06.25 WIB. Karena khawatir ular itu bisa membahayakan dirinya dan keluarganya, ia segera menghubungi Damkarmat Banyuwangi untuk meminta bantuan. Tidak lama setelah laporan diterima, tim rescue Damkarmat langsung merespons dan bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Petugas berangkat dari markas pada pukul 06.30 WIB dengan membawa peralatan lengkap, seperti sarung tangan pelindung, senter, pengait ular, penjepit khusus, dan kendaraan operasional. Setelah menempuh perjalanan singkat, tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 06.36 WIB. Begitu sampai, mereka langsung melakukan asesmen terhadap situasi dan mulai menyiapkan peralatan untuk proses evakuasi.

Petugas dengan sigap menangani ular tersebut dengan teknik yang aman agar tidak melukai hewan maupun membahayakan warga sekitar. Dalam waktu kurang lebih lima menit, ular berhasil dievakuasi dengan lancar pada pukul 06.41 WIB. Setelah proses evakuasi selesai, ular tersebut kemudian dibawa ke Mako Damkarmat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Salah satu anggota tim rescue Damkarmat yang bertugas di lokasi mengungkapkan bahwa ular yang dievakuasi merupakan jenis ular tidak berbisa. Meski demikian, keberadaannya tetap meresahkan warga karena ukurannya yang cukup besar dan posisinya yang melilit di bagian teras rumah.

“Kami selalu siap siaga dalam menangani laporan masyarakat terkait keberadaan ular atau hewan berbahaya lainnya. Dalam kasus seperti ini, penting bagi warga untuk tidak mencoba menangani sendiri jika tidak memiliki pengalaman atau peralatan yang memadai,” ujar Abdi petugas Damkarmat.

Pihak Damkarmat Banyuwangi juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap kemunculan ular, terutama saat musim hujan seperti sekarang ini. Ular sering muncul di permukiman warga karena mencari tempat yang hangat dan makanan, seperti tikus atau hewan kecil lainnya.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Banyuwangi untuk selalu berhati-hati dan segera melaporkan ke pihak berwenang apabila menemukan ular atau hewan berbahaya di sekitar tempat tinggal mereka. Jangan panik, dan jangan mencoba menangkap ular sendiri jika tidak memiliki keahlian, karena bisa berisiko tergigit atau melukai hewan tersebut,” tambah Abdi.

Damkarmat Banyuwangi memastikan bahwa mereka siap siaga selama 24 jam untuk merespons laporan dari masyarakat terkait kejadian yang melibatkan hewan liar atau situasi darurat lainnya. Dengan peralatan yang memadai dan personel yang terlatih, mereka berkomitmen untuk memberikan layanan cepat dan efektif demi menjaga keselamatan warga.

Kejadian seperti ini bukanlah yang pertama terjadi di wilayah Banyuwangi. Dalam beberapa bulan terakhir, Damkarmat telah beberapa kali menerima laporan serupa tentang ular yang masuk ke rumah warga atau muncul di area permukiman. Faktor lingkungan, seperti lahan yang mulai berkurang akibat pembangunan dan musim hujan, sering kali menyebabkan ular berpindah ke tempat-tempat yang lebih hangat, termasuk ke dalam rumah warga.

Sri Erwijati, pemilik rumah yang menjadi lokasi evakuasi, mengaku lega setelah ular berhasil diamankan oleh petugas Damkarmat. Ia mengungkapkan bahwa sebelum petugas datang, ia dan keluarganya merasa sangat khawatir karena tidak tahu bagaimana cara mengusir ular tersebut dengan aman.

“Saya sangat berterima kasih kepada petugas Damkarmat yang bergerak cepat menangani kejadian ini. Awalnya saya panik, karena tiba-tiba melihat ular melilit di tiang teras rumah. Saya takut kalau ular itu turun dan masuk ke dalam rumah,” kata Sri Erwijati.

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi potensi tempat persembunyian ular di sekitar rumah. Menutup lubang-lubang di sekitar rumah, menjaga kebersihan pekarangan, serta menghindari penumpukan barang-barang yang bisa menjadi sarang tikus merupakan beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan.

Damkarmat Banyuwangi kembali menegaskan bahwa mereka siap membantu masyarakat dalam menangani kasus serupa di masa mendatang. Bagi warga yang menemukan ular atau hewan berbahaya lainnya, mereka bisa segera menghubungi Damkarmat melalui layanan darurat yang tersedia. Kecepatan dalam melapor akan sangat membantu dalam memastikan keselamatan warga dan mencegah terjadinya risiko yang tidak diinginkan.

[4R]