Pratamanews.com – Banyuwangi – Bisnis Pertamina Shop (Pertashop) yang sempat menjamur di Kabupaten Banyuwangi kini mulai mengalami kemunduran. Satu per satu gerai Pertashop tutup, bahkan di beberapa kecamatan tak lagi terlihat aktivitas penjualan BBM di SPBU mini tersebut.

Padahal, pada awal kemunculannya, bisnis Pertashop sangat diminati, terutama oleh investor bermodal besar. Keberadaan SPBU mini ini sempat menjadi solusi bagi masyarakat yang tinggal jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) utama.

Namun, seiring berjalannya waktu, bisnis tersebut mulai menunjukkan gejala kegagalan. Salah satu penyebab utama adalah lambatnya perputaran stok bahan bakar minyak (BBM) yang tersedia di Pertashop.

“Perputarannya lambat, sehingga hitungannya tidak masuk. Dan pada akhirnya rugi. Idealnya BBM 3 ton habis paling lama 3 hari. Lebih dari 3 hari, hitungannya rugi,” ungkap Sofyah Hadi, salah seorang pemilik Pertashop.

Menurutnya, banyaknya jumlah Pertashop di satu wilayah justru menimbulkan persaingan antar sesama mitra. Konsumen memiliki banyak pilihan, sehingga jumlah pembeli di masing-masing Pertashop menjadi tidak stabil.

Selain itu, distribusi BBM jenis Pertalite di SPBU utama juga dinilai cukup lancar. Karena harga Pertalite lebih murah dibanding Pertamax yang dijual di Pertashop, masyarakat cenderung lebih memilih membeli di SPBU.

Sebagai informasi, Pertashop merupakan unit usaha retail BBM skala kecil yang dikelola oleh mitra Pertamina. Untuk menjadi mitra Pertashop, dibutuhkan modal awal minimal Rp250 juta. Dalam kondisi ideal, omzetnya bisa mencapai Rp150 juta per bulan. Namun realitas di lapangan kerap berbeda.

“Bukan soal kualitas, tapi soal harga dan kemudahan akses. Selama SPBU masih mudah dijangkau dan harganya lebih murah, konsumen akan tetap memilih SPBU,” ujar Hariyadi seorang warga.

Kondisi ini menjadi semacam “seleksi alam” dalam dunia bisnis Pertashop. Hanya yang mampu bertahan dengan strategi jitu dan lokasi yang benar-benar strategis yang kemungkinan masih bisa bertahan di tengah persaingan dan tantangan pasar.

 

[4R]