Pratamanews.Com || Gresik || Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Raya Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis pagi (10/4/2025), sekitar pukul 05.42 WIB. Sebuah mobil Panther berisi rombongan keluarga asal Tuban yang hendak mengantarkan salah satu anggotanya berangkat umrah, bertabrakan dengan bus Rajawali Indah. Seluruh penumpang mobil, berjumlah tujuh orang, dinyatakan meninggal dunia dalam insiden nahas tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Ipda Andri Aswoko, mengungkapkan bahwa kecelakaan bermula ketika mobil Panther dengan nomor polisi DK-1157-FCL melaju dari arah Lamongan menuju Gresik. Mobil yang dikemudikan oleh Akhmad Basuki (49), warga Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban, membawa rombongan yang hendak ke Bandara Juanda, Surabaya.
“Mobil tersebut hendak mengantar salah satu penumpangnya yang akan berangkat ibadah umrah ke Tanah Suci,” jelas Ipda Andri di lokasi kejadian.
Namun takdir berkata lain. Ketika hendak mendahului sebuah truk dari sisi kiri, mobil Panther tersebut mengalami selip setelah ban kirinya keluar dari bahu jalan. Sopir diduga mencoba mengembalikan laju kendaraan ke badan jalan, namun kehilangan kendali. Mobil kemudian oleng ke kanan dan menyeberang melewati marka jalan.
Nahasnya, pada saat bersamaan, dari arah berlawanan (timur ke barat), datang bus Rajawali Indah bernomor polisi S-7704-UA yang dikemudikan Suwarno (46), juga warga Tuban. Tabrakan pun tak terhindarkan. Keduanya bertabrakan dengan keras, mengakibatkan bagian depan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah.
“Empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Tiga korban lainnya sempat kritis dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia saat mendapat perawatan,” ungkap Ipda Andri.
Seluruh Penumpang Mobil Tewas
Berikut adalah daftar tujuh korban meninggal dunia yang merupakan penumpang mobil Panther:
1. Muhammad Aqib (27), calon jamaah umrah, warga Desa Tuwiri Wetan, Merakurak, Tuban
2. Besar (65), Desa Tuwiri Wetan, Merakurak, Tuban
3. Lislikah (53), Desa Tuwiri Wetan, Merakurak, Tuban
4. Wiwik Sunarti (43), Desa Tuwiri Wetan, Merakurak, Tuban
5. Akhmad Basuki (49), pengemudi mobil, Desa Tuwiri Wetan, Merakurak, Tuban
6. M. Al Fatih (3), balita, Desa Tuwiri Wetan, Merakurak, Tuban
7. Hafiz Gandawiharja (17), Desa Tuwiri Wetan, Merakurak, Tuban
Kejadian ini mengguncang masyarakat Tuban, khususnya warga Desa Tuwiri Wetan. Rombongan tersebut dikenal sebagai satu keluarga besar yang kompak. Muhammad Aqib, korban utama, diketahui akan berangkat menjalankan ibadah umrah, dan para korban lainnya turut mengantarnya sebagai bentuk kebersamaan keluarga.
Sementara itu, dari pihak bus, dua orang mengalami luka-luka. Sang sopir, Suwarno, mengalami patah tulang dan kini dirawat intensif. Sedangkan kenek bus bernama Khoirul Anam (22), asal Bojonegoro, mengalami luka ringan.
Petugas dari Satlantas Polres Gresik langsung datang ke lokasi usai menerima laporan. Proses evakuasi memakan waktu cukup lama mengingat kondisi mobil yang ringsek parah. Jenazah para korban dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi semua pengendara untuk senantiasa berhati-hati, terutama saat melakukan manuver di jalan raya, serta pentingnya memperhatikan kondisi kendaraan sebelum perjalanan jauh.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti faktor-faktor penyebab kecelakaan. Sementara itu, suasana duka menyelimuti Desa Tuwiri Wetan yang kehilangan tujuh warganya sekaligus dalam satu kejadian mengenaskan.
[M5]




