Pratamanews.Com – Sidoarjo – Desa Pekarungan, Kecamatan Sukodono, semalam diramaikan dengan pertunjukan wayang kulit yang memukau. Acara ini menampilkan dalang terkenal, Ki Suparno Hadi, yang berhasil memikat ribuan warga dengan kisah-kisah epik yang dipentaskan.

Pertunjukan wayang kulit ini diadakan di Dusun Pekarungan sebagai bagian dari perayaan adat tahunan yang bertujuan untuk ruwat bumi serta sebagai wujud pelestarian budaya tradisional.

Acara tasyakuran ruwat bumi juga dihadiri oleh jajaran Forkopimcam seperti Camat Sukodono, anggota Polsek Sukodono, anggota Koramil Sukodono, tokoh masyarakat Kecamatan Sukodono, serta 19 kepala desa se-Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Sejak petang, warga dari berbagai desa telah berbondong-bondong memenuhi area pertunjukan pagelaran wayang kulit. Mereka duduk bersama keluarga menikmati malam yang penuh cerita dan nilai-nilai budaya.

Dalang Ki Suparno Hadi, yang telah malang melintang di dunia perwayangan selama lebih dari 20 tahun, membawakan lakon “Lahire Betoro Guru, Lahire Semar”. Ia mampu menghadirkan suasana magis yang membawa penonton masuk ke dalam dunia pewayangan. Musik gamelan yang mengiringi pertunjukan semakin menambah keagungan suasana malam itu.

Kepala Desa Pekarungan, Effendi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga yang begitu besar, terutama kepada panitia yang telah bekerja keras dua bulan sebelum bulan puasa untuk menyukseskan acara sedekah bumi.

“Sampai-sampai saya sebagai kepala desa tinggal diam, adem ayem, hanya menerima laporan, tinggal ngaminin. Alhamdulillah,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Ia juga menambahkan, “Pertunjukan wayang kulit adalah warisan budaya yang harus kita lestarikan bersama. Kami bangga bisa menghadirkan dalang Ki Suparno Hadi di desa Pekarungan, dan berharap tahun depan bisa memanggil beliau lagi, mungkin di dusun lain selain Pekarungan.”

Para penonton, dari anak-anak hingga orang dewasa, tampak terpukau menyaksikan pertunjukan tersebut. Beberapa warga mengaku merasa terhibur dan bangga dapat menikmati pertunjukan budaya yang kaya akan nilai moral dan sejarah.

Pertunjukan wayang kulit ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan generasi muda Desa Pekarungan dapat terus mengenal dan mencintai warisan budaya nenek moyang mereka.

Acara berakhir larut malam dengan tepuk tangan meriah dari para penonton, tanda apresiasi tinggi terhadap dalang Ki Suparno Hadi dan seluruh tim yang telah bekerja keras menyukseskan pertunjukan ini. Semoga tradisi ini terus hidup dan semakin dikenal luas, baik di dalam maupun luar Desa Pekarungan.

Tradisi sedekah bumi ini juga merupakan bentuk rasa syukur warga agar senantiasa diberi keselamatan, kesehatan, dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Pencipta.

 

[D/N]