BANYUWANGI. || PratamaNews.com || Gelaran Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kabupaten Banyuwangi tahun 2025 yang dipusatkan di SMPN 1 Kalipuro pada Kamis, 24 April, tak hanya menyorot cabang-cabang olahraga dan seni, tetapi juga menghadirkan momen inspiratif dalam lomba pidato dai cilik (pildacil).

 

Cabang lomba pidato Bahasa Indonesia menjadi salah satu sorotan dengan kehadiran tiga juri dari Komite Bahasa dan Sastra Dewan Kesenian Belambangan (DKB): Nurul Ludfia Rochmah dari MAN 1 Banyuwangi, Syafaat dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, serta Muttafaqurrahmah dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi.

 

Ketiganya menyeleksi peserta dengan ketat berdasarkan kemampuan retorika, penguasaan materi dakwah, ekspresi, dan orisinalitas penyampaian. Para finalis terbaik nantinya akan dipilih untuk mewakili Banyuwangi dalam ajang Porseni tingkat Provinsi Jawa Timur di Jember.

 

Menurut Syafaat, yang telah tiga kali menjadi juri dalam ajang serupa, Porseni MI terus melahirkan dai-dai muda dengan bakat luar biasa. “Selalu ada kejutan dari tahun ke tahun. Ini bukti bahwa madrasah adalah ladang subur bagi calon-calon dai masa depan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, pada pelaksanaan Porseni sebelumnya di tingkat provinsi, perwakilan Banyuwangi berhasil meraih juara pertama dalam cabang pildacil. “Mudah-mudahan prestasi itu bisa kita pertahankan, bahkan ditingkatkan,” tuturnya optimis.

 

Pildacil tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan berbicara, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan penanaman nilai-nilai dakwah sejak dini. Antusiasme peserta dan pendamping menggambarkan betapa pentingnya pembinaan karakter islami melalui kegiatan kompetitif yang menyenangkan.

 

Dengan semangat juang tinggi dan bakat luar biasa yang ditampilkan, Banyuwangi kembali menatap harapan besar untuk mengukir prestasi membanggakan di level Jawa Timur.