Pratamanews.Com – Sidoarjo – Minggu [11 Mei 2025], Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Cabang Sidoarjo menggelar kegiatan halalbihalal dan santunan anak yatim yang dihadiri ratusan anggota dari berbagai ranting se-Kabupaten Sidoarjo. Acara digelar di Gedung Sidodadi, Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, berlangsung dari pagi hingga sore hari.
Momentum silaturahmi tahunan ini bukan hanya ajang konsolidasi internal, namun juga menjadi sarana berbagi dengan sesama. Ratusan anak yatim menerima santunan sebagai bentuk kepedulian sosial dari keluarga besar PSHW.
Meskipun berjalan tertib di lokasi utama, arus lalu lintas di sekitar Jalan Sidodadi hingga pertigaan Citra Harmoni sempat mengalami kemacetan akibat membludaknya peserta. Namun demikian, kondisi tetap terkendali berkat peran aktif koordinator lapangan (korlap) yang sigap mengatur jalannya barisan, menata atribut organisasi, dan menjaga simpul-simpul jalan agar tidak menimbulkan gangguan besar bagi masyarakat umum.
“Kami mohon maaf bila kegiatan ini sempat mengganggu kelancaran lalu lintas. Kami sudah berusaha sebaik mungkin agar acara berlangsung tertib,” ujar salah satu korlap yang enggan disebut namanya.

Pengamanan turut dibantu personel dari Polsek Taman yang melakukan pengawalan sejak awal hingga akhir acara. Aparat dan panitia juga saling bersinergi dalam menjaga keamanan serta memastikan tidak ada insiden di lokasi utama kegiatan.
Namun, sayangnya suasana kondusif tersebut sempat ternoda oleh insiden tawuran yang diduga melibatkan oknum berseragam PSHW di luar lokasi acara. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan terjadi di sejumlah titik termasuk kawasan Bypass Krian. Belum diketahui secara pasti pemicu insiden tersebut, namun sejumlah saksi menyebut terjadi adu mulut yang berujung bentrok antar kelompok.
Aparat kepolisian dari wilayah setempat langsung merespons cepat dengan membubarkan massa dan mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam kericuhan tersebut. Pihak kepolisian juga menyatakan masih mendalami insiden untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.
Yudi, salah seorang warga yang sempat melintas di lokasi utama acara, menyatakan apresiasinya atas ketertiban para peserta di Sidodadi, namun juga menyayangkan adanya insiden di tempat lain. “Acara utamanya bagus dan tertib, ada santunan pula. Tapi sangat disayangkan kalau masih ada pihak-pihak yang bikin keributan di tempat lain. Ini bisa merusak nama baik organisasi,” ujarnya.
Panitia acara belum memberikan pernyataan resmi terkait tawuran yang terjadi di luar lokasi, namun beberapa tokoh PSHW mengimbau anggotanya untuk tetap menjaga marwah organisasi dan tidak terpancing provokasi.
Acara halalbihalal ini diakhiri dengan doa bersama dan penyerahan secara simbolis bantuan kepada anak-anak yatim. Para peserta kemudian membubarkan diri secara tertib, dengan pengawalan dan arahan dari korlap masing-masing.
Kegiatan ini menjadi cerminan dua sisi: semangat positif silaturahmi dan berbagi yang patut diapresiasi, namun juga catatan penting bahwa pengawasan terhadap anggota di luar lokasi acara perlu ditingkatkan guna mencegah insiden yang bisa mencoreng citra organisasi di mata publik.
[Wy]




