Pratamanews.Com – Sidoarjo – Sebanyak 109 pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sidoarjo masa bakti 2024–2029 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi pelantikan di Pendopo Delta Wibawa, Minggu malam (1/6/2025). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Kadin Provinsi Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, dengan penyerahan bendera Kadin sebagai simbol pengukuhan kepada Ketua Kadin Sidoarjo terpilih, Ubaidillah Nurdin.
Acara yang berlangsung khidmat itu turut dihadiri oleh Bupati Sidoarjo H Subandi, Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, jajaran Forkopimda, tokoh akademisi, pelaku industri, serta perwakilan asosiasi dunia usaha dan instansi swasta lainnya. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan sinergi lintas sektor yang diharapkan bisa menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi lokal ke depan.
Dalam sambutannya, Ketua Kadin Sidoarjo Ubaidillah Nurdin menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadikan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai fokus utama dalam program kerja lima tahun mendatang.
“Fokus utama kami ke depan adalah peningkatan SDM, pendampingan, dan pelatihan agar UMKM bisa naik kelas,” ujar Ubaidillah. Ia menilai bahwa banyak pelatihan yang selama ini diselenggarakan belum berkelanjutan, sehingga tidak memberi dampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha. “Kadin ingin menindaklanjuti agar yang sudah dibangun tidak runtuh. Bisa eksis, syukur-syukur bisa berkembang,” tambahnya.
Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, Kadin Sidoarjo telah menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah perguruan tinggi lokal, di antaranya Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), dan Universitas Anwar Medika. Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk pendirian Rumah Advokasi, yang berfungsi sebagai penghubung antara dunia usaha dan dunia pendidikan. Rumah Advokasi ini diharapkan mampu menjadi wadah pelatihan, inkubasi bisnis, hingga konsultasi hukum dan sertifikasi bagi pelaku UMKM.
Tak hanya itu, Kadin Sidoarjo juga memperluas jejaringnya hingga ke level nasional dan internasional. Salah satu langkah strategis adalah menjalin kerja sama dengan Kadin Institute dan lembaga internasional Swiss Contact dari Jerman. Kolaborasi ini bertujuan menyelenggarakan pelatihan vokasi dengan standar global, sehingga para lulusan memiliki daya saing di pasar kerja internasional.
“Kita akan fasilitasi pelatihan seperti teknik las berstandar Jepang dan Korea, termasuk pelatihan las bawah air serta keterampilan lain yang kini sedang dibutuhkan industri,” jelas Ubaidillah. Ia menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama dunia usaha saat ini adalah banyaknya lulusan perguruan tinggi yang belum siap kerja karena kurang menguasai keterampilan teknis dan pengalaman praktik langsung.
Sebagai langkah awal dalam mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja, Kadin Sidoarjo akan menggelar pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara gratis bagi 25 hingga 30 peserta. Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo. Tujuannya adalah mencetak tenaga kerja unggul, tersertifikasi, dan siap pakai yang mampu memenuhi kebutuhan industri lokal maupun global.

Ubaidillah, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama CV Hasbanna Jaya, menekankan bahwa Kadin Sidoarjo akan menjalin kemitraan yang luas dengan semua pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Ia juga menyampaikan niatnya untuk memperluas sertifikasi bagi para pelaku UMKM menengah dan besar. Menurutnya, sertifikasi profesi saat ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. “Yang jelas, kami akan perkuat program vokasi maupun sertifikasi bagi UMKM. Jika ini dijalankan maka akan memberikan dampak yang luar biasa. Vokasi ini erat kaitannya dengan peningkatan SDM. Nah, Kabupaten Sidoarjo ini jika ingin naik kelas maka harus diperbaiki SDM-nya,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo H Subandi dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar Kadin Sidoarjo dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan visi pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya kontribusi Kadin dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan pelaku usaha dan penciptaan lapangan kerja.
“Selaras dengan visi kami, yakni Menata Desa, Membangun Kota: Menuju Sidoarjo Metropolitan Inklusif, Berdaya Saing, Sejahtera dan Berkelanjutan, peran Kadin sangat vital dalam membangun kemandirian ekonomi,” ujar Bupati Subandi. Ia juga menekankan misi pemerintah daerah dalam membangun ekonomi pada semua tingkat koperasi dan UMKM, termasuk mendorong usaha milik desa (BUMDes) berbasis masyarakat.
Menurut Bupati, Kadin memiliki pengalaman dan kapasitas dalam membuka akses pasar, termasuk ekspor barang. Hal ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM lokal untuk belajar dan meningkatkan daya saing produk mereka di pasar regional maupun internasional.
“Disini Kadin memiliki pengalaman terkait bagaimana ekspor-ekspor barang dan seterusnya. Kami, khususnya para pelaku UMKM, dapat belajar dan bersinergi dengan Kadin Kabupaten Sidoarjo,” imbuhnya. Ia juga mengapresiasi semangat kolaborasi yang ditunjukkan oleh kepengurusan baru Kadin dan berharap agar kehadiran mereka membawa perubahan positif bagi Sidoarjo.
Di akhir sambutannya, Bupati Subandi mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru saja dilantik. “Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam mengemban amanah dan memajukan serta mengembangkan Kadin di Kabupaten Sidoarjo. Mudah-mudahan bisa bekerja dengan baik sesuai harapan. Karena saya lihat diisi oleh orang-orang hebat,” ucap Abah Bandi, sapaan akrabnya.
Dengan pengurus baru yang penuh semangat dan visi besar yang menyasar penguatan SDM serta pemberdayaan UMKM, Kadin Sidoarjo diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam menciptakan ekosistem usaha yang inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif—baik di kancah nasional maupun global.
[4R]




