Surabaya – PratamaNews.Com – Setelah dua kali tertunda, eksekusi rumah pensiunan TNI Angkatan Laut di Jalan dr Soetomo No. 55 Surabaya akhirnya berhasil dilakukan, Kamis pagi (19/6/2025). Ratusan aparat keamanan gabungan dari Polri dan TNI diterjunkan untuk mengamankan jalannya proses eksekusi yang berlangsung menegangkan.
Proses eksekusi dilaksanakan oleh juru sita dari Pengadilan Negeri (PN) Surabaya berdasarkan putusan Nomor 391/Pdt.G/2022/PN.Sby tanggal 5 Desember 2022. Objek yang menjadi sengketa adalah rumah milik Laksamana Soebroto Joedono, mantan Wakil Panglima ABRI pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
Meski sempat mendapat perlawanan dari ratusan massa ormas yang mengepung rumah, juru sita akhirnya berhasil membacakan putusan pengadilan di depan obyek sengketa sekitar pukul 10.00 WIB. Massa sebelumnya sempat menutup akses jalan di depan rumah dengan membakar kayu dan membuat situasi memanas.
Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Wibowo yang memimpin langsung pengamanan sempat memberikan ruang dialog antara pihak pemohon eksekusi dan perwakilan ormas sekitar pukul 09.23 WIB. Namun, setelah dialog tak menemukan titik temu, AKBP Wibowo memberikan tiga kali peringatan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan agar segera meninggalkan lokasi.
“Siapa pun yang menghalangi proses hukum ini akan kami tindak tegas. Kami bertugas mengawal putusan pengadilan dan memastikan eksekusi berjalan sesuai aturan,” tegas AKBP Wibowo di lokasi.
Usai pembacaan putusan, aparat memberikan pengamanan penuh kepada pihak pemohon eksekusi untuk melakukan pengosongan rumah. Proses tersebut berjalan lancar meski masih dalam penjagaan ketat aparat keamanan.
Rumah tersebut sebelumnya dua kali gagal dieksekusi, yakni pada 13 dan 27 Februari 2025, akibat blokade massa ormas yang menilai eksekusi tidak adil dan berpotensi menimbulkan konflik sosial. Pengadilan saat itu menunda pelaksanaan karena pertimbangan keamanan.
Hingga berita ini ditulis, situasi di sekitar Jalan dr Soetomo Surabaya berangsur kondusif, meski aparat kepolisian dan TNI masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
[4R/Ew]




