Pratamanews.Com – Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, meninjau langsung lokasi banjir yang melanda Desa Ngaban, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (20/6/2025). Dalam kunjungannya, Mimik tak hanya menyapa para pengungsi, tetapi juga meninjau langsung dapur umum dan memberikan bantuan bagi warga terdampak.

Bantuan yang dibawa oleh Wabup Mimik meliputi sembako, makanan bergizi, hingga pakaian layak pakai seperti gamis untuk para korban banjir. Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Sidoarjo itu disambut hangat oleh warga dan aparat desa.

“Ini bentuk kepedulian kami dari pemerintah daerah. Kami ingin memastikan warga yang terdampak banjir bisa tetap terpenuhi kebutuhan dasarnya, termasuk makanan dan pakaian,” ujar Mimik di sela kunjungannya.

Selain menyoroti penanganan darurat banjir, Mimik juga memperhatikan kondisi infrastruktur di desa tersebut. Ia menyayangkan proyek pembangunan Joglo di Balai Desa Ngaban yang hingga kini belum selesai meskipun telah berjalan lebih dari setahun. Padahal, bangunan tersebut saat ini digunakan sebagai tempat siaga satu untuk pengungsian warga.

“Joglo ini semestinya sudah selesai sejak tahun lalu, tapi karena keterbatasan pendanaan, pembangunannya terhambat. Saya merekomendasikan agar alokasi dana percepatan bisa disiapkan tahun ini supaya bangunan ini dapat segera difungsikan dengan maksimal,” jelasnya.

Mimik juga mengapresiasi sinergi lintas lembaga dalam penanganan bencana di wilayah tersebut. Ia menyebut bantuan tidak hanya datang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, tapi juga dari DPRD Komisi D yang turut memberikan bantuan sembako.

Kepala Desa Ngaban membenarkan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat membantu dalam meringankan beban warga. “Bantuan dari Pemkab dan DPRD sangat berarti untuk masyarakat kami,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mimik menyinggung persoalan utama penyebab banjir di Sidoarjo. Menurutnya, wilayah Sidoarjo yang berada di dataran rendah atau dikenal sebagai kota Delta memang rawan tergenang air meski hanya diguyur hujan sebentar.

“Sidoarjo ini kota Delta, jadi hujan sedikit saja bisa banjir. Tapi kami tidak tinggal diam. Pemerintah akan terus memaksimalkan program normalisasi sungai secara bertahap,” ucapnya.

Mimik secara khusus juga menyoroti kondisi sungai-sungai di Sidoarjo yang saat ini dipenuhi oleh gulma air seperti eceng gondok dan limbah rumah tangga, termasuk popok sekali pakai (pampers), yang menyumbat aliran air.

“Sungai di Sidoarjo ini bisa disebut sungai pampers,” ujar Mimik sambil bercanda, namun dengan nada serius menyindir minimnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan.

Ia menegaskan bahwa upaya pembersihan sungai harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas pemerintah. “Tanpa kesadaran masyarakat, upaya kita tidak akan maksimal. Kami butuh dukungan dari semua pihak,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo saat ini tengah menyusun strategi percepatan penanganan banjir dan rehabilitasi infrastruktur penunjang di wilayah-wilayah rawan genangan, termasuk di kawasan Tanggulangin.

[Ffn]