SIDOARJO – Suasana duka mendalam menyelimuti sebuah rumah di kawasan Pecantingan, Sekardangan, Sidoarjo. Rumah itu adalah tempat tinggal Sevi Ayu Claudia (30), perempuan yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, terbungkus kardus dan plastik di wilayah Kedamean, Gresik pada Minggu (27/7/2025).

Ibu korban, Sumaiyah, masih diliputi kesedihan yang mendalam saat mengenang detik-detik terakhir kebersamaan dengan putrinya. Ia mengatakan bahwa Sevi sempat berada di rumah seharian pada Sabtu (26/7/2025), sebelum akhirnya keluar rumah sekitar pukul 16.30 WIB.

“Sejak pagi dia di rumah terus. Baru keluar itu sekitar jam setengah lima sore. Tapi enggak ngomong apa-apa, cuma ngelirik begitu aja terus berangkat,” kenang Sumaiyah dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.

Biasanya, Sevi akan pulang ke rumah sekitar pukul 21.30 WIB, bersamaan dengan waktu tutup toko milik keluarga. Namun malam itu, rasa cemas mulai merayap ketika sang anak tak kunjung pulang.

“Jam sepuluh malam saya ngechat anak saya, saya tanya ‘sudah malam, nggak pulang ta?’ Tapi enggak dibalas. Saya tunggu sampai jam 11, 12, sampai jam 3 saya masih di luar. Hampir jam 4 pagi saya belum bisa tidur,” tutur Sumaiyah, menahan tangis.

Keesokan harinya, kabar mengerikan itu datang. Seorang tetangga memberi tahu bahwa ada penemuan mayat dalam kardus, yang diduga mirip dengan Sevi. Kabar itu membuat Sumaiyah syok dan tak kuasa berdiri.

“Siang itu ada orang rame-rame. Tapi saya nggak tahu. Lalu ada yang ngasih tahu tentang kardus. Ada yang bilang SA dibungkus kardus itu di pinggir jalan. Ya Allah… sakit itu anak saya. Sakit itu Sevi, ya Allah,” ucap Sumaiyah sambil menangis tersedu.

Sevi ditemukan dalam kondisi tragis. Jenazahnya dibungkus kardus dan dilapisi plastik, tergeletak di pinggir jalan. Saat ditemukan, ia mengenakan jaket jins biru, kaos hitam, dan celana legging abu-abu. Namun sepeda motor yang biasa ia pakai, serta atribut ojek online (ojol) miliknya, tidak ditemukan di lokasi.

Menurut Samuel Grandy, perwakilan Asosiasi Driver Online Indonesia (ADO), korban memang tidak mengenakan atribut kerja ketika terakhir kali terlihat.

“Biasanya kalau on-bid itu pakai atribut. Tapi kemarin kami dapat info dari keluarga, almarhum keluar tanpa atribut. Jadi mungkin dia tidak sedang ambil order saat itu,” jelas Samuel, Senin (28/7/2025).

ADO pun mengecam keras tindakan keji yang merenggut nyawa salah satu anggotanya. Sevi dikenal sebagai driver aktif yang supel dan ramah di komunitas ojol.

“Saat ditemukan, hanya jenazahnya saja. Sepeda motornya belum ditemukan,” tambah Samuel.

Sementara itu, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus pembunuhan ini. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan pembunuhan berencana, namun hingga kini polisi belum mengumumkan siapa pelaku maupun motif di balik tindakan keji tersebut. Jenazah Sevi telah dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk proses autopsi guna mengungkap lebih jauh penyebab kematian.

Pihak keluarga berharap kasus ini segera terungkap dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

“Semoga cepat-cepat ketahuan pelakunya,” harap Sumaiyah lirih, di tengah suasana berkabung di rumah duka.

[4R]