BANYUWANGI  || PratamaNews.com || Suasana penuh keceriaan menyelimuti halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi pada Kamis (28/8/2025), saat Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat mengikuti serangkaian lomba dalam rangka Semarak Kemerdekaan HUT ke-80 Republik Indonesia. Salah satu momen paling menarik perhatian ialah lomba estafet air yang berlangsung meriah, diikuti langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat.

 

Keikutsertaan pimpinan bersama staf dalam lomba tersebut menunjukkan komitmen untuk mempererat kerja tim (teamwork) dan membangun solidaritas internal. “Kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan, semua terlibat tanpa terkecuali. Bahkan pimpinan pun ikut berbaur dan merasakan suasana riuh penuh tawa bersama staf,” demikian penuturan salah satu peserta lomba.

 

Lomba estafet air yang digelar berbeda dari estafet konvensional. Para peserta harus menuangkan air dari baskom ke baskom secara berantai hingga ke peserta terakhir. Tumpahan air yang mengenai tubuh peserta justru menambah keriuhan dan gelak tawa, menjadikan suasana kompetisi sarat nilai rekreasi sekaligus memperkuat kohesi sosial.

 

Selain estafet air, kegiatan juga dimeriahkan dengan lomba makan kerupuk dan lomba makan biskuit. Kedua perlombaan tradisional ini tak kalah mengundang sorak-sorai penonton, serta menciptakan interaksi yang hangat di antara ASN Kemenag Banyuwangi. Meski sempat diguyur gerimis pada pagi hari, seluruh rangkaian lomba tetap berjalan lancar.

 

Secara substansial, kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan media penguatan solidaritas kerja dan internalisasi nilai kebersamaan dalam lingkungan birokrasi. Partisipasi aktif seluruh elemen, mulai dari pimpinan hingga staf, membuktikan bahwa semangat kemerdekaan dapat dimaknai melalui kebersamaan dan suasana kegembiraan kolektif.

 

Dengan demikian, rangkaian lomba Semarak Kemerdekaan ini mencerminkan semangat ASN Kemenag Banyuwangi dalam menyambut dan memaknai HUT ke-80 Republik Indonesia. Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi refleksi konkret bagaimana nilai nasionalisme, kebersamaan, dan kerja sama tim diinternalisasikan dalam praktik sehari-hari di lingkungan Kementerian Agama.