NTT  || PratamaNews.com  ||  Kasus dugaan Raibnya dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kembali mencuat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), seorang siswa SMP Kristen 1 SoE berinisial FM menjadi korban hilangnya dana bantuan PIP yang menjadi haknya.

 

Kepada tim media ini, orangtua siswa SMP Kristen 1 SoE tersebut mengaku jika dana PIP untuk anaknya hilang secara misterius dari rekening Bank BRI Unit Haumeni.

 

Pengakuan orang tuanya “Bantuan dana PIP untuk anak saya hilang dari rekening saat kami melakukan pengecekan langsung ke Bank BRI Unit Haumeni,” ujar nya pada Kamis, 4 September 2025 dibilangan kota So’e.

 

Orang tua siswa merasa heran dan bingung lantaran anaknya sudah menerima surat rekomendasi dari sekolah untuk melakukan pencairan dana PIP tersebut. Namun miris, ketika melakukan pengecekan saldo di Bank BRI Unit Haumeni ternyata saldonya nol.

 

Merasa aneh, Ia pun kembali meminta petugas bank untuk melakukan print rekening koran, dan disitulah terungkap bahwa telah terjadi transaksi penarikan uang dari rekening tersebut.

 

“Kami merasa heran, anak kami kan dapat surat rekomendasi dari sekolah makanya kami datang ke Bank BRI. Setelah melakukan pengecekan saldo di rekening ternyata saldonya Nol.

 

Merasa tidak puas, kemudian saya coba minta tolong petugas Bank untuk print rekening koran. Nah disitu nampak dengan jelas ada uang masuk Rp 1.500.000 tapi anehnya sudah ditarik,” ucap orangtua siswa tersebut bernada heran.

 

Kasus hilangnya dana bantuan PIP secara misterius tersebut menambah daftar panjang kasus serupa yang pernah terjadi sebelumnya di Kabupaten TTS. Orangtua siswa berharap agar kasus ini dapat diusut dengan tuntas.

 

“Kami berharap kasus ini segera diusut sehingga dana bantuan pemerintah untuk siswa kurang mampu tersalurkan dengan benar. Kami juga minta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk usut kasus ini, sehingga apabila terbukti ada permainan atau keterlibatan oknum tertentu maka dapat diproses sesuai hukum,” pungkasnya penuh harap.

 

menanggapi kasus dugaan hilangnya dana PIP,  Kepala Sekolah SMP Kristen 1 SoE, Sularsy A Tanaem.  Saat di wawancarai pada Kamis, 11 September 2025 di ruang kerjanya menyatakan kekecewaannya.

 

“Dengan segala upaya, kami berusaha agar hak anak-anak terpenuhi. Kami kecewa mengapa hal seperti ini harus terjadi,” ujar Kepsek.

 

Pihak sekolah menekankan bahwa mereka hanya mengeluarkan rekomendasi berdasarkan Surat Keputusan (SK) dan pencairan dana sepenuhnya berada di luar wewenang mereka.

 

“Kalau sudah kasusnya seperti ini, kami juga bingung siapa yang sebenarnya salah. Pihak sekolah hanya mengeluarkan rekomendasi berdasarkan SK dari Data Terpadu Ekonomi Sosial ( DTKS ) dari Dinas Sosial selanjutnya pencairan itu bukan urusan kami,” tegasnya.

 

Sekolah berharap agar pengelolaan data dan bantuan untuk siswa ke depan lebih transparan dan terkoordinasi. “Kalau memang ada pihak-pihak yang mau membantu anak-anak usia sekolah, bisa berkoordinasi dengan pihak sekolah supaya ada pengontrolan bersama. Sesuai aplikasi yang ada, fungsi kontrol kami adalah memantau apakah dana sudah cair atau belum, sesuai dengan SK yang ada,” Pungkasnya.

 

Tim Media ini akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi-informasi terkini dengan tegas, objektif dan berimbang.(Red. Ady)