PratamaNews.com

Lampung Utara Pemerintah Desa Kota Agung, Kecamatan Sungkai Selatan, menggelar kegiatan Rembug Stunting dan Pencegahan TBC Tahun Anggaran 2025 pada Selasa, (26/8/2025) yang lalu.

Agenda ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesadaran sekaligus merumuskan langkah nyata dalam menekan angka stunting dan penyebaran TBC di wilayah desa. (17/9)

Kegiatan berlangsung di balai desa dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Hadir Camat Sungkai Selatan, Ediyansyah, S.T., M.M., Babinsa Sertu Asep Sujana, tokoh agama, tokoh masyarakat.

Selain itu hadir juga pendamping desa, Ahli Gizi Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Penyuluh KB Sungkai Selatan, serta ratusan warga Desa Kota Agung.

Kepala Desa Kota Agung, Hendri Kalnopi, S.E., dalam sambutannya menekankan bahwa upaya pencegahan stunting maupun TBC tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.

“Rembug ini kami adakan agar masyarakat paham betul pentingnya menjaga kesehatan keluarga. Pencegahan stunting dan TBC harus dimulai dari rumah, dengan pola makan sehat, lingkungan bersih, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujarnya.

Ahli Gizi dari Puskesmas Rawat Inap Ketapang memaparkan pentingnya asupan gizi seimbang untuk ibu hamil dan balita sebagai langkah utama menekan angka stunting.

Sementara itu, Penyuluh KB Sungkai Selatan menjelaskan program pendampingan keluarga sehat yang diarahkan untuk mendukung tumbuh kembang anak serta pencegahan penyakit menular.

Babinsa Sertu Asep Sujana menambahkan bahwa sinergi antara aparat desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam menekan angka kasus TBC yang masih menjadi perhatian nasional.

Camat Sungkai Selatan, Ediyansyah, S.T., M.M., mengapresiasi langkah Desa Kota Agung yang proaktif menyelenggarakan rembug ini.

“Stunting dan TBC adalah masalah serius yang bisa berdampak jangka panjang. Pemerintah kecamatan mendukung penuh kolaborasi ini agar Desa Kota Agung dapat menjadi contoh dalam membangun kesadaran kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Melalui forum rembug ini, berbagai strategi dibahas, mulai dari peningkatan gizi keluarga, program imunisasi, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kegiatan ini juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi lintas sektor, memastikan layanan kesehatan dasar dapat diakses oleh seluruh warga, serta menekan kasus stunting dan TBC di tingkat desa.

Dengan adanya forum kolaboratif ini, Pemerintah Desa Kota Agung berharap kualitas hidup masyarakat semakin meningkat, dan ke depan tidak ada lagi anak-anak yang terhambat pertumbuhannya maupun warga yang rentan terhadap penyakit menular.