OGAN ILIR || PratamaNews.com || pratamanews.net Sebanyak 192 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan turut ambil bagian dalam kegiatan lomba yang digelar Pondok Pesantren modern Al-Basya di Paya Kampung. Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Sumsel seperti Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Muara Enim, tetapi juga dari luar daerah, termasuk Bali, dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern Albasya, Desa Payakabung, Kecamatan Indralaya Utara.
“Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Maret. Pada hari terakhir, panitia sekaligus menggelar pembagian hadiah yang bertepatan dengan peringatan malam Nuzulul Quran,kamis (05/03/2026).
“yang diwawancarainya Ketua pondok pesantren Modern Al-Basya, Sarono P Sasmito, mengatakan kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus mengenalkan keberadaan Pondok Pesantren modern Al-Basya kepada masyarakat luas.
“Selain untuk silaturahmi, kegiatan ini juga melatih para peserta untuk berkompetisi dalam cabang lomba yang dipertandingkan. Kita harapkan semua peserta memiliki semangat untuk menjadi yang terbaik, namun tetap menjunjung tinggi objektivitas dan sportivitas,” ujarnya.
“Adapun cabang lomba yang digelar di antaranya,lomba Syair Abu Nawas,lomba syahril quran,lomba tahfidzul Quran,lomba tali kaligrafi,lomba cerdas cermat,lomba video kreatif,jumlah Total hadiah yang disiapkan panitia mencapai Rp10 juta untuk seluruh cabang lomba. Selain hadiah uang pembinaan, para peserta juga menerima piagam penghargaan dan sertifikat sebagai tanda keikutsertaan.
Sarono menambahkan, pihaknya berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan sehingga Pondok Pesantren Al-Basya semakin dikenal dan diminati masyarakat.
“Kita berharap event ini bisa menjadi kegiatan rutin tahunan yang membuat pondok pesantren semakin dikenal dan menjadi pilihan para orang tua untuk menitipkan anak-anaknya menimba ilmu di sini,” jelasnya.
“Ia juga menegaskan bahwa lokasi pondok pesantren sangat strategis karena berada dekat dengan jalan raya serta memiliki akses transportasi yang mudah, termasuk keberadaan Stasiun Payakabung yang memudahkan santri maupun wali santri menjangkau lokasi, baik menggunakan kendaraan umum maupun kereta api.(Ahmad)



