Pratamanews.com – So’e, TTS – Kasus dugaan intimidasi dan perusakan yang dilakukan oleh oknum pegawai Koperasi Obor Mas terhadap seorang janda bernama Domina Selan di Desa Tublopo, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menuai kecaman. Ironisnya, aksi ini diduga dilakukan langsung oleh Manager Obormas berinisial YSP bersama para anggotanya.

Menurut penuturan anak korban, Norbes Selan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (07/03/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Manager YSP bersama 9 anggotanya datang mengepung rumah ibunya. Mereka diduga melakukan intimidasi, ancaman penyitaan barang berharga, bahkan merusak meja kaca di rumah janda tersebut.

“Mereka datang seperti preman! Mengepung rumah ibu saya, mengancam akan menyita barang-barang berharga, bahkan memukul meja sampai pecah! Padahal ibu saya sudah meminta waktu satu atau dua hari untuk melunasi karena masih menunggu hasil panen kebun. Ini sudah keterlaluan, mereka tidak punya hati!” ujar Norbes dengan nada geram.

Lebih lanjut, Norbes mengungkapkan bahwa rombongan penagih hutang yang dipimpin langsung oleh managernya ini diduga dalam keadaan mabuk. Korban, Domina Selan, yang hanya seorang janda, sudah memohon diberi waktu satu-dua hari karena hasil kebun akan segera dipanen dan hasilnya akan digunakan untuk melunasi angsuran sebesar Rp 600.000. Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah.

“Ibu saya sampai harus meminjam uang ke tetangga. Tapi saat kami datang, malah terjadi pertengkaran yang berujung  pemukulan meja hingga pecah. Sehingga Ibu saya sangat trauma,” lanjutnya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres TTS dengan nomor laporan polisi LP/B/149/lll/2026/SPKT/POLRES TIMOR TENGAH SELATAN. Pihak keluarga meminta pihak kepolisian agar kasus ini bisa ditindak lanjuti.

Hingga berita ini di tayang pihak Obormas  cabang So’e sudah di minta konfirmasi, namun hingga saat ini belum ada jawaban.

[Pieter]