BANYUWANGI  || PratamaNews.com || Sekretaris Inspektorat Jenderal (Ses Itjen) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Ika Yusanti, melaksanakan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi pada Selasa (24/3). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka monitoring dan pengawasan (Monev) terhadap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi dan Pemasyarakatan guna memastikan kesiapan pelayanan selama momentum Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

 

Dalam tinjauan lapangan, Ika Yusanti menitikberatkan pengawasan pada kesiapan layanan kunjungan khusus Lebaran bagi keluarga warga binaan. Ia memastikan seluruh proses berjalan aman, nyaman, dan tertib, mulai dari sistem pendaftaran, penempatan petugas di titik strategis, hingga dukungan pengamanan dari TNI dan Polri. Fokus utama kunjungan ini adalah menjamin hak warga binaan untuk tetap dapat bersilaturahmi dengan keluarga di hari raya.

 

“Kami ingin memastikan negara hadir memberikan layanan terbaik di hari yang fitri ini. Hak warga binaan untuk bertemu keluarga tetap terpenuhi dengan tetap mengedepankan standar keamanan yang ketat,” ujar Ika di sela-sela kunjungannya. Ia menegaskan bahwa pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan harus terus bertransformasi menjadi lebih humanis dan transparan.

 

Selain melakukan pemantauan teknis, Ika juga berdialog langsung dengan keluarga warga binaan yang sedang menunggu giliran kunjungan. Melalui interaksi tersebut, ia menyerap aspirasi dan masukan terkait kualitas pelayanan yang diberikan oleh petugas Lapas Banyuwangi. Beberapa pengunjung menyampaikan apresiasi atas sistem antrean yang tertib dan fasilitas ruang tunggu yang lebih nyaman dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Secara umum, Ika memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan dan profesionalitas jajaran Lapas Banyuwangi. Ia menilai manajemen alur kunjungan telah tertata dengan baik, sementara aspek keamanan berjalan optimal berkat sinergi lintas instansi. Menurutnya, kolaborasi antara petugas Lapas, TNI, dan Polri menjadi kunci terciptanya suasana kondusif selama masa libur panjang.

 

“Layanan yang diberikan sudah bagus dan humanis. Dari sisi keamanan juga sangat diperhatikan, terutama dengan adanya dukungan personel dari TNI dan Polri yang membantu mempertebal pengamanan selama masa libur lebaran ini,” tambahnya. Ia berharap pola kerja kolaboratif ini dapat menjadi model bagi UPT lain di seluruh Indonesia.

 

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan risiko dan peningkatan kewaspadaan sejak jauh hari. Seluruh personel dikerahkan untuk memperkuat layanan dan pengamanan selama momen hari raya. Menurutnya, kesiapan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Banyuwangi dalam memberikan pelayanan publik yang prima.

 

Wayan memaparkan bahwa Lapas Banyuwangi menerapkan skema kunjungan khusus Idul Fitri selama empat hari, dengan pembagian dua sesi setiap harinya. “Sesi pertama atau pagi hari untuk warga binaan perkara narkotika, sedangkan sesi kedua atau siang hari untuk warga binaan perkara kriminal umum,” jelasnya. Pembagian ini dinilai efektif dalam mengurai kepadatan pengunjung dan menjaga ketertiban di area Lapas.

 

Selama empat hari pelaksanaan, seluruh proses kunjungan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Berdasarkan data lapangan, lonjakan pengunjung baru terlihat signifikan pada hari keempat atau hari terakhir layanan kunjungan Lebaran. Meski terjadi peningkatan volume massa, petugas gabungan tetap mampu mengendalikan situasi dengan baik sehingga seluruh kegiatan berlangsung sesuai standar operasional prosedur (SOP).

 

Kunjungan kerja Ses Itjen Kemenimipas ini menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya pelayanan publik yang berintegritas di lingkungan pemasyarakatan. Melalui pengawasan langsung dan dialog terbuka, diharapkan kualitas layanan di Lapas Banyuwangi dan seluruh UPT Pemasyarakatan di Indonesia semakin meningkat, mencerminkan wajah baru birokrasi yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.