BANYUWANGI |PratamaNews.com||   Gelombang semangat literasi mengguncang Banyuwangi. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Maulana Ishaq Kabat kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan sukses menggelar Festival Literasi Season 2 tahun 2026, sebuah ajang spektakuler yang melibatkan ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari berbagai penjuru Kabupaten Banyuwangi.(4/4/2026)

 

Mengusung tema besar “Berani Bicara, Indah Berkata, Hebat Bercerita”, festival ini tampil revolusioner dengan mengadopsi sistem digital sepenuhnya. Tanpa batas ruang dan waktu, para peserta menampilkan performa terbaik mereka melalui video, menciptakan panggung literasi virtual yang hidup, dinamis, dan penuh daya saing.

 

Kepala MTs Maulana Ishaq Kabat, Rustam Effendi, S.Pd.I., menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar alternatif, melainkan lompatan besar dalam dunia pendidikan.

 

“Ini bukan hanya festival, tetapi gerakan literasi digital. Anak-anak kita belajar berani tampil, kreatif, dan mandiri tanpa terhalang jarak,” tegasnya penuh optimisme.

 

Ajang bergengsi ini mempertandingkan cabang pidato, baca puisi, dan mendongeng bertema Ramadhan, yang sarat nilai spiritual dan estetika bahasa. Ribuan karya yang masuk disaring secara ketat hingga menyisakan 10 finalis terbaik di setiap kategori, yang kemudian bertarung di babak puncak.

 

Deretan nama besar turut mengawal kualitas penilaian. Dewan juri diisi oleh tokoh-tokoh kredibel, yakni H. Syafaat dari Lentera Sastra Banyuwangi, Joko Wiyono selaku Redaktur Acta News, serta Andi Budi Setiawan dari Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (Kopiwangi).

 

Dalam orasi penutupnya yang menggugah, Ketua Dewan Juri, H. Syafaat, SH., MH.I., menyampaikan pesan mendalam tentang makna kemenangan.

 

“Menang bukanlah tujuan akhir. Yang utama adalah kemampuan menyampaikan pesan dengan artikulasi yang tepat, makna yang utuh, dan ruh yang menyentuh,” ujarnya, disambut antusias.

 

Festival ini juga menghadirkan sistem penilaian modern dengan kategori Juara Favorit berbasis popularitas di platform TikTok, menjadikan literasi semakin dekat dengan dunia digital generasi muda.

 

Hasil akhir pun menjadi klimaks yang membanggakan. MI Darul Falah Gombolirang tampil sebagai Juara Umum dengan capaian nilai tertinggi, sementara SDN 3 Macan Putih berhasil merebut predikat Juara Favorit berkat dukungan publik yang luar biasa.

 

Lebih dari sekadar kompetisi, Festival Literasi ini menjelma menjadi panggung lahirnya generasi emas, generasi yang tidak hanya cakap membaca dan menulis, tetapi juga berani berbicara, indah dalam berkata, dan hebat dalam bercerita.

 

Dengan gebrakan ini, MTs Maulana Ishaq Kabat menegaskan diri sebagai pelopor gerakan literasi digital di Banyuwangi, membuka cakrawala baru bahwa di era teknologi, kata-kata tetap memiliki kekuatan untuk menginspirasi, menggerakkan, dan mengubah masa depan.