BANYUWANGI || PratamaNews.com || Peluncuran buku *Suluk Pelita Hati* karya Akhmad Sruji Bahtiar yang menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Kamis malam (09/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi yang terintegrasi dengan nilai kepemimpinan dan religiusitas di lingkungan birokrasi.
Buku yang disusun sejak 2025 hingga 2026 tersebut secara simbolis diserahkan kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Momentum ini mencerminkan terjalinnya sinergi antara dunia keilmuan dan praktik pemerintahan dalam mendukung pembangunan berbasis nilai, pengetahuan, dan etika.
Dari sisi substansi, *Suluk Pelita Hati* berisi refleksi pemikiran, gagasan, serta nilai-nilai moral yang berkaitan dengan etika kepemimpinan dan penguatan dimensi spiritual. Buku ini menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab, baik dalam aspek administratif maupun moral.
Karya tersebut sebelumnya telah diperkenalkan dalam format digital melalui komunitas Lentera Sastra Banyuwangi sebagai bagian dari pengembangan literasi berbasis teknologi. Hal ini menunjukkan adanya adaptasi terhadap dinamika literasi digital yang terus berkembang di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Banyuwangi menekankan pentingnya integrasi sistem pendidikan tanpa memisahkan antara sekolah umum dan madrasah. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Kementerian Agama di berbagai sektor merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Timur, para Kepala Bidang dan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, serta Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kabupaten Banyuwangi. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bukti nyata dukungan lintas sektor dalam pengembangan literasi daerah, sekaligus memperkuat legitimasi institusional dan komitmen bersama dalam peningkatan budaya literasi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chaironi Hidayat, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan institusi keagamaan selama ini telah berjalan dengan baik. Hal tersebut terlihat dari berbagai program kolaboratif, seperti dukungan penyediaan lahan untuk KUA dan madrasah, fasilitasi bantuan pendidikan melalui program BOSDA bagi madrasah, serta penguatan program literasi.
Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat, menilai peluncuran ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menumbuhkan budaya menulis sebagai bagian dari pembangunan karakter. Menurutnya, aktivitas menulis memiliki peran strategis sebagai sarana refleksi yang mampu membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat.
Selama ini, kolaborasi antara Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menghasilkan berbagai karya literasi, baik dari siswa madrasah maupun aparatur sipil negara, yang dipublikasikan melalui platform e-book Dinas Perpustakaan Kabupaten Banyuwangi. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem literasi daerah.
Dengan demikian, peluncuran *Suluk Pelita Hati* tidak hanya menjadi ajang penerbitan karya, tetapi juga merepresentasikan sinergi antara literasi, kepemimpinan, dan nilai spiritual dalam satu kerangka pembangunan yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat fondasi etis serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.




