BANYUWANGI  || PratamaNews.com || 27 April 2026 — Suasana SMK Negeri 1 Glagah pada Senin (27/4/2026) terasa berbeda. Riuh tepuk tangan, wajah-wajah tegang yang berubah menjadi lega, hingga pelukan penuh haru mewarnai pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kabupaten yang digelar oleh Puspresnas. Di tengah semarak itu, nama Banyuwangi kembali bergema lewat deretan prestasi yang diraih para siswanya.

 

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Damar Adji. Siswa berbakat ini tampil memukau pada kategori Solo Vokal Putra dan berhasil menjadi salah satu juara. Penampilannya terasa istimewa, terlebih ia sebelumnya juga tampil di Gesibu dalam gelaran Wojiwo Pandome Urip, menunjukkan konsistensinya dalam dunia seni pertunjukan. Kehadirannya di panggung FLS3N seakan menegaskan bahwa talenta muda Banyuwangi terus tumbuh dengan percaya diri dan kualitas yang menjanjikan.

 

Sebanyak 53 sekolah dari jenjang SMA, MA, dan SMK negeri maupun swasta ambil bagian dalam ajang ini, dengan total 452 peserta. Angka tersebut menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan partisipasi terbesar di Jawa Timur. Namun bukan hanya jumlah yang mencolok, kualitas penampilan para peserta pun menjadi sorotan.

 

Dari sekian banyak penampilan, siswa MAN 3 Banyuwangi tampil mencuri perhatian. Mereka tidak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi pulang dengan membawa prestasi yang membanggakan di berbagai cabang lomba. Pada kategori Musik Tradisional, kekompakan Luna Veronika, Baiq, Nova, Ardy, dan Rehan mengantarkan tim mereka meraih Juara 2. Irama yang mereka sajikan seakan menjadi jembatan antara tradisi dan semangat generasi muda.

 

Di cabang Tari Kreasi, gerak luwes Giyanti dan Okta mengukir prestasi Juara 3. Sementara itu, di bidang seni visual, Azzahra Kartika berhasil menunjukkan kekuatan imajinasi dan narasi visualnya hingga meraih Juara 2 kategori Komik Digital.

 

Tak kalah menarik, pada lomba Film Pendek, kolaborasi Yave, Silvia, dan Aldy mampu menghadirkan karya yang berkesan dan meraih Juara 3. Di panggung monolog, Zaharatus Sita tampil penuh penghayatan hingga memperoleh Juara Harapan 1, membuktikan bahwa kekuatan ekspresi tunggal mampu menyentuh juri dan penonton.

 

Di ranah sastra, Dinda menghidupkan kata demi kata dengan penuh rasa hingga meraih Juara 2 Baca Puisi, melengkapi deretan prestasi yang diraih kontingen Banyuwangi.

 

Bagi guru pendamping MAN 3 Banyuwangi, Eny Susiani, capaian ini bukan sekadar kemenangan, melainkan sebuah kejutan yang membahagiakan. Ia mengaku bangga, terlebih karena ini merupakan kali pertama mereka mengikuti FLS3N di tingkat kabupaten.

 

“Kami datang dengan semangat belajar, tapi pulang dengan kebanggaan. Anak-anak menunjukkan bahwa kerja keras dan keberanian mencoba bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” ungkapnya.

 

FLS3N tahun ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, ia menjadi ruang pertemuan antara bakat, kerja keras, dan mimpi para pelajar. Dari panggung sederhana di Glagah, harapan-harapan besar itu tumbuh—bahwa seni dan sastra akan terus hidup, berkembang, dan mengharumkan nama Banyuwangi di masa depan. (Tiem)