PROBOLINGGO ||PratamaNews.com| Nafas spiritualitas bertabur keberkahan menyelimuti Kota Probolinggo pada Jumat malam Sabtu (22/5/2026). Dalam suasana puitis yang digambarkan bagai “malam penuh bunga”, ribuan umat Muslim memadati Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih.

 

Lautan manusia yang terdiri dari kader Muslimat, Fatayat NU, serta masyarakat luas menyatu dalam satu harmoni tinggi: menggelar Sholawat Bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Harlah ke-76 Fatayat NU.

 

Acara yang berlangsung sangat karismatik ini berkolaborasi dengan majelis raksasa, Syubbanul Muslimin. Sejak petang, gemuruh selawat dan kibaran bendera hijau khas Nahdlatul Ulama (NU) sudah menghidupkan atmosfer Sumbertaman, membuktikan bahwa gairah kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan para ulama di Kota Probolinggo tidak pernah padam.

 

Ketua GP Ansor Kota Probolinggo, Salamul Huda, dengan penuh karisma dan semangat berapi-api menyatakan bahwa momentum berkumpulnya ribuan kader ini adalah bukti otentik bahwa panji-panji Nahdlatul Ulama masih menggaung perkasa di bumi Nusantara.

 

“Kita melihat optimisme yang sangat luar biasa di kalangan muda-mudi di Kota Probolinggo. Saya rasa kalau kita bersatu seperti ini, maka kita dapat menjadi orang-orang yang berada di garda terdepan untuk menyambut Harlah GP Ansor yang ke-92 dan Harlah Fatayat yang ke-76 ini,” ujar Salamul Huda dengan nada optimis di hadapan ribuan jamaah.

 

Tidak hanya sekadar seremonial spiritual, acara ini juga menjadi panggung penegasan komitmen kebangsaan. Di tengah kekhusyukan malam, Salamul Huda membakar semangat para kader dengan seruan untuk merapatkan barisan, menjaga keutuhan NKRI, dan mengawal penuh program-program Pemerintah yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat.

 

Pria yang dikenal vokal ini menegaskan bahwa Ansor harus berada dalam satu komando yang solid guna mendorong kemajuan daerah, khususnya di sektor ekonomi.

 

“Kami berharap soliditas dan satu komando untuk GP Ansor merawat bangsa dan negeri ini harus kita gaungkan bersama. Program-program Pemerintah yang menjadi kebaikan kita bersama harus kita dukung. Tentunya pertumbuhan ekonomi di Kota Probolinggo menjadi dasar kekuatan dan pendapatan asli daerah. Semakin sejahtera rakyat Kota Probolinggo, maka pertumbuhan ekonomi juga semakin meningkat,” tegas Salamul Huda mengakhiri orasinya.

 

Malam puncak perayaan Harlah kali ini sukses menorehkan sejarah baru di Kota Probolinggo. Bukan hanya menjadi simbol kekuatan kultural NU yang mengakar kuat di kalangan pemuda, tetapi juga menjadi bukti nyata bagaimana spiritualitas mampu berjalan beriringan dengan komitmen pembangunan nasional. Ipul Jatim (Guritno)