Pratamanews.com – SIDOARJO – Peran masjid di era modern tidak lagi sebatas menjadi tempat ibadah. Lebih dari itu, masjid diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan, dakwah, sekaligus pelayanan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat tersebut terlihat dari berbagai program yang terus dihadirkan Masjid At-Taqwa Masangan Wetan, Sukodono, Sidoarjo, yang kini semakin dikenal sebagai salah satu masjid yang aktif menggabungkan syiar Islam dengan aksi sosial.

 

Hal itu kembali terlihat saat Kajian Inspiratif bersama Angelina Sondakh yang digelar di Masjid At-Taqwa Masangan Wetan. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Sidoarjo yang antusias mengikuti kajian hingga selesai.

 

Tidak hanya memperoleh siraman rohani, para jamaah juga pulang membawa paket sayur gratis yang dibagikan kepada seluruh peserta. Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus ikhtiar menjadikan masjid semakin dekat dengan masyarakat.

 

Di tengah banyaknya kegiatan dakwah yang digelar di berbagai daerah, Masjid At-Taqwa Masangan Wetan Sukodono menjadi salah satu masjid di Kabupaten Sidoarjo yang menghadirkan konsep kajian dipadukan dengan aksi sosial berupa pembagian sayur gratis kepada ratusan jamaah. Konsep tersebut mendapat sambutan positif karena menghadirkan manfaat spiritual sekaligus manfaat sosial dalam satu rangkaian kegiatan.

 

Dalam kajiannya, Angelina Sondakh mengajak jamaah untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta menjadikan setiap proses hijrah sebagai perjalanan menuju pribadi yang lebih baik. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah diterima oleh berbagai kalangan.

 

Program ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap dakwah dan pemberdayaan umat. Sharing Happiness hadir menggerakkan semangat berbagi melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sementara itu, Ciomy secara konsisten memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan dakwah dan kemasyarakatan sebagai bagian dari kontribusinya bagi umat. Dukungan juga datang dari Masjid Nusantara, yang terus mendorong lahirnya masjid-masjid yang tidak hanya makmur dalam ibadah, tetapi juga aktif menjalankan fungsi pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

 

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa dakwah akan memiliki dampak yang lebih luas ketika melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran dunia usaha, komunitas sosial, dan pengelola masjid dalam satu gerakan menjadi contoh nyata bagaimana nilai gotong royong dapat menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

 

Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini semakin menguatkan posisi Masjid At-Taqwa Masangan Wetan Sukodono sebagai salah satu pusat kegiatan keislaman yang aktif di Kabupaten Sidoarjo. Selain rutin menggelar kajian, masjid ini juga mulai dikenal melalui berbagai program sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung.

 

Bagi para ustaz, dai, maupun tokoh masyarakat yang ingin menyelenggarakan kajian akbar di Sidoarjo, Masjid At-Taqwa Masangan Wetan memiliki potensi besar menjadi salah satu lokasi pilihan. Fasilitas yang memadai, antusiasme jamaah yang tinggi, serta dukungan berbagai mitra sosial menjadi modal penting untuk menghadirkan kegiatan dakwah yang tidak hanya ramai dihadiri, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Ke depan, pengurus berharap Masjid At-Taqwa Masangan Wetan terus berkembang sebagai pusat dakwah yang inklusif, tempat bertumbuhnya ilmu, lahirnya kolaborasi sosial, dan hadirnya berbagai program pemberdayaan umat yang dapat menginspirasi masjid-masjid lainnya di Indonesia.

(Redho)