Pratamanews.com – Palembang – Sebagai rangkaian dari lanjutan revitalisasi dan pengelolaan gedung Pasar 16 Ilir, PT Bina Citra Realty (BCR) gelar gathering,Dalam kegiatan tersebut turut hadiri Staf Ahli Walikota Palembang, Kapolrestabes Palembang diwakili Kabag Ops, AKBP Budi Santoso dan Dewan Pembina DPP Harimau Sumatera Bersatu (HSB), Diky Haitami, dilaksanakan di ballroom hotel the zuri Palembang.

 

“Direktur Utama PT BCR, Ahmad Marzuki mengatakan revitalisasi dan pengelolaan gedung Pasar 16 Ilir merupakan lanjutan Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT BCR dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang Tahun 2023, Minggu (02/08/2026).

 

“yang diwawancarai oleh awak media Revitalisasi gedung Pasar 16 Ilir ini sudah kami lakukan sejak Tahun 2023-2024. Dalam hal ini memang adanya stagnant, karena terhambatnya komunikasi antara pedagang dan Pihak PT BCR, selaku pengelola Gedung Pasar 16 Ilir.

 

“Ia yang baru menjabat tiga Bulan sebagai Dirut PT BCR, kembali akan mencoba untuk menjalin komunikasi lagi yang selama ini tersumbat baik dengan Pemkot, Perumda Pasar Pasar Palembang Jaya, Stakeholder terkait maupun para pedagang.

 

“Revitalisasi gedung Pasar 16 Ilir ini, wajib harus dilakukan, karena kelayakan gedungnya sudah berusia 30 Tahun sejak dibangun Tahun 1995. Selain itu instalasi listriknya juga tidak layak berdasarkan keterangan pihak PLN,” ungkapnya.

 

“Lanjut ungkapkan bahwa dengan kondisi gedung yang sudah tua dan instalasi listriknya tidak layak tersebut serta terlihat kumuh dan juga banyaknya kios-kios yang kosong, gedung Pasar 16 Ilir ini, wajib segera dilakukan revitalisasi.

 

“Untuk revitalisasi gedung Pasar 16 Ilir, Kami dari pihak PT. BCR sudah siap untuk melaksanakannya,Terkait dengan persiapan untuk melanjutkan pelaksanaan revitalisasi gedung Pasar 16 Ilir, tersebut pihaknya akan membuat skenario relokasi perlantai.

 

“Untuk persiapan lanjutan revitalisasi gedung Pasar 16 ini, pada Bulan ini, kami akan melakukan pembersihan lantai 4 yang selama ini terlihat kotor, sehingga bisa digunakan oleh para pedagang tetap bisa melaksanakan aktivitasnya untuk berjualan.

 

“Lebih lanjut terangkan bahwa dengan relokasi perlantai ini, tentunya akan berdampak tidak normal bagi para pedagang dalam melaksanakan aktivitas seperti biasanya, karena akan berpengaruh terhadap pendapatannya.

 

“Walaupun demikian relokasi tersebut tetap kita lakukan, untuk kepentingan bersama kedepannya, yaitu meningkatkan PAD Kota Palembang, para pedagang mendapatkan kepastian hukum, nyaman bagi pengunjung dan sukses bagi kami selaku perusahaan yang berinvestasi di Kota Palembang.

 

“Menurutnya dengan terlaksananya revitalisasi gedung Pasar 16 ini, nantinya kedepan tidak hanya menjadi pusat perdagangan dan perekonomian saja tetapi juga menjadi icon budaya dan destinasi wisata di Kota Palembang.

 

“Gedung Pasar 16 Ilir ini sudah berdiri dan menjadi pusat urat nadi perekonomian serta icon budaya sejak sebelum Indonesia merdeka. Begitupun saat ini menjadi titik pusat Pasar 16 Ilir, sangat disayangkan kalau tidak dilakukan revitalisasi.

 

“Terakhir sampaikan bahwa bentuk gedungnya setelah direvitalisasi tetap seperti biasa. Pihaknya hanya merubah bentuk kios-kiosnya saja dan menambah fasilitas seperti adanya lift.

 

“Para pedagang yang ada saat ini, yang betul-betul sebagai pedagang, rata-rata mereka menyewa bukan sebagai penyewa, oleh karena itu mereka antusias sangat mendukung Pasar 16 Ilir ini direvitalisasi. Sedangkan terhadap para penyewa kami masih ada hambatan untuk menjalin komunikasi. Para penyewa ini, 1 orang memiliki beberapa kios.