NTT || 🌏PratamaNews.com🇮🇩 || Kapolri Jenderal Pol. Dr. H. Listyo Sigit Prabowo, M.Si bersama Ketua Komisi IV DPR RI Hj. Siti Hediati Hariyadi, S.E., atau yang lebih dikenal Titiek Soeharto, meninjau langsung kondisi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, Senin [17/8/2026].
Kunjungan ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81. Kehadiran dua tokoh negara tersebut menjadi simbol kepedulian pemerintah kepada warga yang sedang berada di pengungsian.
Dalam pertemuan dengan warga, keduanya menyampaikan rasa empati dan duka yang mendalam. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga,” ujar Jenderal Sigit.
Kapolri juga memastikan penanganan darurat terus berjalan maksimal. “Mulai dari evakuasi, pelayanan kesehatan, trauma healing, hingga pemenuhan kebutuhan logistik bagi masyarakat di pengungsian akan terus kami kawal,” tegasnya.
Sementara itu, Titiek Soeharto menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Sebagai Ketua Komisi IV DPR RI, ia berkomitmen mengawal anggaran dan kebijakan yang berpihak pada pemulihan pascabencana.
“Polri bersama seluruh unsur pemerintah terus bergerak untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan dan pelayanan terbaik,” ucap Titiek Soeharto.
Di lokasi pengungsian, tim gabungan Polri, TNI, BNPB, Kemenkes, dan relawan tampak mendirikan pos kesehatan, dapur umum, serta tenda trauma healing. Bantuan berupa air bersih, makanan, selimut, obat-obatan, dan kebutuhan bayi juga terus didistribusikan.
Jenderal Sigit menegaskan bahwa kehadiran negara harus nyata dirasakan masyarakat. Polri akan mengawal penuh agar bantuan tidak terhambat dan tepat sasaran.
“Dengan dukungan seluruh pihak, kita berharap proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan cepat, seluruh kebutuhan masyarakat terpenuhi, serta kondisi NTT segera kembali pulih,” pungkas Kapolri.
Momentum 17 Agustus ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui kepedulian dan gotong royong membantu sesama anak bangsa yang sedang tertimpa musibah. (Tiem)








