Pratamanews.com – PALEMBANG – Gerakan Pramuka Sumatera Selatan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Bumi Perkemahan Gandus, Palembang, dilaksanakan di bumi perkemahan gandus Palembang.
“Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 5–7 November 2026, tersebut menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan dan program kerja Pramuka Sumsel ke depan,Jumat (06/11/2026).
“yang diwawancarai oleh awak media Musda diikuti perwakilan dari 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Sumatera Selatan. Selain mengevaluasi pelaksanaan program kerja kepengurusan sebelumnya, forum tertinggi di tingkat daerah ini juga akan memilih Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumsel masa bakti 2027–2032.
“Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel, Drs. H. Riza Fahlevi, M.M., dalam laporannya mengatakan, Musda memiliki arti strategis bagi keberlanjutan organisasi. Forum ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga wadah menghimpun aspirasi dan usulan dari seluruh Kwarcab untuk merumuskan kebijakan organisasi ke depan.
“Menurut Riza, sejumlah agenda penting yang dibahas meliputi evaluasi kinerja Kwarda pada masa bakti sebelumnya, penyusunan arah kebijakan, peningkatan kualitas pembina, pelatih, serta pengelola kwartir. Selain itu, Musda juga menjadi forum pemilihan Ketua Kwarda Sumsel periode 2027–2032.
“Tujuan Musda ini untuk memperkuat konsolidasi dan komitmen seluruh Kwartir Cabang dalam memajukan Gerakan Pramuka di Sumatera Selatan,” ujarnya.
“Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas dukungan anggaran melalui dana hibah,Dukungan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang berbagai kegiatan dan pembinaan kepramukaan.
“menyebutkan, Bumi Perkemahan Gandus merupakan salah satu bumi perkemahan terbesar di Indonesia dan berada pada posisi kedua setelah Cibubur,Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas capaian Gerakan Pramuka Sumsel yang dinilai sebagai salah satu kwartir daerah tergiat di tingkat Sumatera maupun nasional.
“Selain itu, Riza mengapresiasi keterlibatan Gerakan Pramuka dalam program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP),Menurut dia, keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa Pramuka tidak hanya berfokus pada pendidikan karakter, tetapi juga dapat berkontribusi dalam mendukung program pembangunan daerah.
“Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Bachtiar Utomo, S.I.P., M.A.P., menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumsel dan Ketua Kwarda Sumsel atas terselenggaranya Musda.
Ia menegaskan, Musda bukan sekadar agenda organisasi untuk memilih kepemimpinan baru.
“Lebih dari itu, Musda merupakan forum tertinggi yang memiliki nilai strategis dalam menentukan arah kebijakan, menyusun program kerja, serta mengevaluasi laporan pertanggungjawaban organisasi, termasuk pengelolaan keuangan.
“Bachtiar berharap, melalui Musda ini, pembinaan Gerakan Pramuka di Sumatera Selatan semakin berkualitas dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
“Menurut dia, kekuatan utama Gerakan Pramuka berada pada gugus depan sebagai ujung tombak pembinaan peserta didik. Karena itu, pembinaan karakter harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Kita harus memastikan setiap kebijakan organisasi memberikan dampak nyata bagi peserta didik. Pembinaan di gugus depan harus menjadi perhatian utama agar nilai-nilai kepramukaan benar-benar tertanam dalam kehidupan generasi muda,” tegasnya.
“Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Sumsel yang juga Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, mengatakan, Gerakan Pramuka saat ini harus terus dibangkitkan dan diperkuat kembali, terutama melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
“Ia berharap, ke depan setiap sekolah dapat memiliki identitas yang menunjukkan adanya aktivitas kepramukaan, salah satunya melalui pemasangan plakat sebagai penanda bahwa sekolah tersebut aktif melaksanakan kegiatan Pramuka.
“Menurut Herman Deru, Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai kebersamaan, gotong royong, kedisiplinan, keberanian, dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi merupakan bekal penting bagi peserta didik.
“Di dalam Pramuka terdapat pendidikan karakter, kebersamaan, dan gotong royong. Bahkan, Pramuka juga mengajarkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita hidupkan,” katanya.
“Herman Deru juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia kepramukaan, khususnya para pembina. Program pelatihan seperti Training of Trainers (ToT) diharapkan dapat diperluas agar semakin banyak pembina memiliki kemampuan dan kompetensi dalam mendidik anggota Pramuka.
“Ia berharap Kwarnas turut memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas pembina dan pelajar di Sumatera Selatan melalui program pelatihan yang berkelanjutan.
Menurutnya, Pramuka harus menjadi wadah pembentukan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, berani, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Gubernur juga menekankan pentingnya keterlibatan Pramuka dalam kegiatan sosial, terutama membantu masyarakat ketika terjadi bencana. Kesiapsiagaan dan semangat pengabdian yang menjadi bagian dari nilai kepramukaan harus diwujudkan melalui aksi nyata.
“Terkait pemilihan Ketua Kwarda Sumsel periode 2027–2032, Herman Deru berharap siapa pun yang terpilih nantinya memiliki komitmen kuat untuk memajukan organisasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Ia optimistis, melalui konsolidasi organisasi dan peningkatan kualitas pembinaan, Gerakan Pramuka Sumatera Selatan dapat mempertahankan prestasi sekaligus meningkatkan perannya dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berdaya saing.








